Kronologi 2 Personel TNI UNIFIL Tewas Imbas Ledakan di Lebanon

CNN Indonesia
Selasa, 31 Mar 2026 07:17 WIB
Ilustrasi. Dua personel TNI di UNIFIL tewas usai kendaraan mereka hancur kena ledakan di Lebanon selatan. Foto: AFP/-
Jakarta, CNN Indonesia --

Dua personel TNI yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) kembali tewas dalam sebuah serangan pada Senin (30/3).

Kepala Pasukan Penjaga Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, mengonfirmasi bahwa dua personel UNIFIL yang tewas di Lebanon selatan adalah warga negara Indonesia.

Dalam pernyataannya, UNIFIL menyampaikan dua prajurit TNI tersebut meninggal dunia akibat ledakan dari sumber yang belum diketahui. Ledakan itu menyebabkan kendaraan mereka hancur di dekat Bani Hayyan di Lebanon selatan.

Insiden ini menjadi yang kedua kalinya dalam 24 jam terakhir personel TNI tewas akibat serangan di Lebanon.

Sebelumnya, seorang prajurit TNI di UNIFIL juga tewas akibat ledakan proyektil di dekat salah satu pos Indonesia di desa Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan. Insiden itu terjadi pada Minggu (29/3) dan dikonfirmasi langsung oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres serta Mabes TNI.

"Ini adalah dua insiden terpisah dan kami sedang menyelidikinya sebagai dua insiden terpisah," kata juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, dikutip Reuters.

Lacroix mengutuk keras insiden ini. Dia menegaskan semua tindakan yang membahayakan para penjaga perdamaian harus dihentikan.

UNIFIL ditempatkan di Lebanon selatan untuk mengawasi konflik di sepanjang garis demarkasi Lebanon dan Israel. Wilayah tersebut kerap menjadi pusat bentrokan antara pasukan militer Israel dengan milisi Hizbullah bekingan Iran.

UNIFIL memiliki sekitar 10.000 pasukan penjaga perdamaian yang berasal dari berbagai negara. Sekitar 1.200 personel UNIFIL merupakan prajurit TNI.

Mabes TNI melalui keterangan Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah membenarkan bahwa serangan pada Minggu menewaskan seorang prajurit TNI yang tergabung dalam Kompis C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL.

Korban merupakan Praka Farizal Rhomadhon, yang jenazahnya kini sedang disiapkan untuk dipulangkan ke Indonesia.

Melalui unggahan di media sosial X, Guterres mengutuk keras insiden pada Minggu yang menewaskan personel pasukan penjaga perdamaian sekaligus prajurit TNI.

"Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama," tulis Guterres.

(blq/dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK