Siap Sambut Serbuan Militer AS, Apakah Iran Punya Pasukan Elite?
Pengerahan ratusan prajurit elite Amerika Serikat ke Timur Tengah memicu kekhawatiran akan invasi darat ke Iran.
Sebelumnya, Washington dilaporkan mengirim pasukan elite Army Rangers dan Navy SEALs ke Timur Tengah seiring meningkatnya ketegangan militer di kawasan.
Ratusan prajurit itu kini telah tiba di Timur Tengah dan saat ini belum diberikan misi spesifik.
Namun, sebagai pasukan darat khusus, mereka bisa dikerahkan untuk membantu menjaga Selat Hormuz yang secara efektif ditutup Iran sejak perang meletus akhir Februari lalu.
Sementara itu, Iran juga memiliki pasukan elite yang berperan dalam operasi militer khusus serta pertahanan strategis menghadapi ancaman.
Berikut merupakan pasukan elite Iran yang siap tangkal invasi AS.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC)
IRGC merupakan pasukan bersenjata elite dan komponen militer Iran yang diakui secara konstitusional dan didirikan pada 1979 setelah revolusi Islam.
Dilansir Al Jazeera, IRGC beroperasi bersama dengan militer reguler Iran, namun bertanggung jawab langsung kepada Pemimpin Tertinggi Iran.
Struktur pasukan ini mencakup angkatan darat, laut, dan udara, serta milisi paramiliter keamanan internal yang dikenal sebagai Basij.
IRGC juga memiliki unit operasi eksternal bernama Pasukan Quds yang berfokus pada misi khusus di luar wilayah Iran.
Pasukan ini memainkan peran sentral dalam pertahanan nasional, operasi luar negeri, serta perluasan pengaruh regional Iran.
IRGC diperkirakan memiliki sekitar 190.000 personel aktif dan dapat mencapai 600.000 personel jika termasuk pasukan cadangan.
Selain itu, IRGC mengelola program rudal balistik Iran, menjaga keamanan program nuklir negara itu, serta berkoordinasi dengan sekutu regional "poros perlawanan".
Pasukan Quds
Pasukan Quds, yang berarti 'Pasukan Yerusalem', merupakan unit operasi eksternal elit milik IRGC.
Menurut News18, unit ini mengkhususkan diri dalam peperangan non-konvensional, operasi intelijen, dan misi rahasia di luar Iran untuk memperluas pengaruh regional Iran.
Tugas utama Pasukan Quds adalah mendukung aktor non-negara dan kelompok yang disebut sebagai "gerakan pembebasan Islam" di berbagai wilayah.
Saat ini, pasukan itu dipimpin oleh Esmail Qaani yang menggantikan komando sebelumnya, Qasem Soleimani.
Jumlah personel aktifnya diperkirakan berkisar antara 5.000 hingga lebih dari 20.000 anggota yang terorganisasi dalam unit-unit berbasis wilayah.
Organisasi ini juga dilaporkan memiliki subdivisi rahasia, termasuk Unit 840, yang disebut terlibat dalam operasi intelijen global dan penargetan terhadap pihak oposisi di luar negeri.
Basij
Selain memiliki unit elite seperti IRGC dan pasukan Quds, Iran juga didukung oleh milisi paramiliter elite Basij.
Basij merupakan organisasi paramiliter sukarelawan yang berada di bawah komando IRGC dan didirikan pada 1979 oleh Pemimpin Tertinggi Iran saat itu.
Pasukan ini merekrut warga sipil yang termotivasi oleh loyalitas ideologis terhadap negara, meskipun sejumlah analis menilai sebagian anggota bergabung karena peluang sosial dan ekonomi yang ditawarkan.
Kelompok ini sangat ideologis, dan terdiri dari pria muda kelas pekerja. Diperkirakan ada 450.000 personel dalam kelompok ini, menurut Institut Studi Perang.
Basij kerap dikerahkan dalam pengamanan domestik dan berada di garis depan dalam menghadapi gelombang demonstrasi.
Salah satunya, pasukan ini telah dikerahkan selama Revolusi Hijau 2009 serta aksi protes "Perempuan, Kehidupan, Kebebasan" pada 2022-2023.
(rnp/bac)