Balas Bombardir Israel, Apakah Iran Punya Rudal Penembus Bunker?
Perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, bukan hanya mempertontonkan strategi pertempuran tapi juga kecanggihan perangkat militer yang dimiliki.
Iran, negara yang lama diembargo AS itu, ternyata mampu memberikan perlawanan sepadan. Bahkan rudal-rudal Iran mampu merusak fasilitas pangkalan militer AS.
Dan yang cukup menarik, Iran disebut memiliki rudal penembus bunker atau ruang bawah tanah. Hal itu mulai terkuak sejak Iran diserang pada Juni 2025 silam.
Laman understandingwar.org menuliskan, jurnalis Israel melaporkan pada 9 Desember tahun lalu bahwa Iran telah membangun kembali persediaan rudalnya menjadi sekitar 2.000 rudal balistik "berat".
Rudal ini sangat mungkin merujuk pada rudal balistik jarak menengah yang mampu menyerang Israel.
"Iran telah mulai membangun kembali fasilitas produksi rudal Parchin dan Shahroud, yang dirusak Israel selama Perang Israel-Iran," demikian laman itu menjelaskan.
Para pejabat pertahanan Iran memandang rudal balistik sebagai bagian penting dari strategi pertahanan mereka. Keputusan Iran untuk memprioritaskan rudal balistik setelah kegagalan mereka menembus pertahanan Israel selama Perang Iran-Israel pada Juni 2025 mungkin tampak tidak bijaksana bagi pengamat Barat, tetapi ini mengabaikan keutamaan yang diberikan para pejabat Iran pada rudal balistik dalam strategi pertahanan mereka.
Doktrin rudal baru ini sekarang memprioritaskan pembalasan asimetris melalui serangan penetrasi dalam yang presisi yang dirancang untuk melewati sistem pertahanan rudal konvensional dan menimbulkan kerusakan pada target yang sebelumnya dianggap kebal.
Salah satu yang dikembangkan adalah rudal yang mampu menembus bunker Massive Ordnance Penetrators (MOP) - yang masing-masing berbobot sekitar 13,6 ton dan berharga lebih dari USD 3,5 juta per unit.
Perkembangan ini menandai evolusi tajam dalam doktrin militer Teheran setelah serangan udara AS yang menghancurkan pada Juni 2025, dan melumpuhkan fasilitas pengayaan nuklir utama di Natanz, Fordow, dan Isfahan.
"Keputusan Republik Islam untuk memodifikasi persenjataan rudal balistiknya dengan hulu ledak khusus yang mampu menembus bumi menggarisbawahi tekadnya untuk meningkatkan daya pencegahan terhadap musuh yang memiliki kekuatan udara superior, yaitu Amerika Serikat dan Israel, " seperti dikutip dari laman Defence Security Asia.
Hulu ledak penghancur bunker dirancang khusus untuk menembus pertahanan bawah tanah yang diperkuat dengan menggunakan selubung ultra-padat, mekanisme sumbu tunda, dan muatan peledak terfokus yang meledak setelah benturan.
Berbeda dengan amunisi berdaya ledak tinggi konvensional yang menghilangkan energi saat kontak, rudal ini justeru menghasilkan gelombang kejut seismik yang meruntuhkan terowongan, pusat komando, dan struktur beton bertulang.
Adaptasi Iran terhadap teknologi ini memanfaatkan keahliannya yang terus berkembang di bidang metalurgi, rekayasa propelan, dan miniaturisasi hulu ledak.
Rudal ini Khorramshahr-5, yang dilaporkan merupakan turunan dari BM-25 Musudan Korea Utara dengan jangkauan antarbenua 12.000 km - secara teoritis mampu menyerang daratan AS dari wilayah Iran.
Varian baru ini dilengkapi dengan hulu ledak seberat dua ton (1.800 kg) yang dirancang khusus untuk penetrasi dalam, menampilkan sistem propulsi multi-tahap dengan kontrol vektor dorong dan pendorong bahan bakar padat canggih untuk meningkatkan kemampuan manuver.
Media Iran dengan berani mengklaim bahwa Khorramshahr-5 memiliki daya hancur yang melebihi GBU-57 buatan Amerika, yakni mampu meruntuhkan bangunan yang terkubur ratusan meter di bawah permukaan.
(imf/bac)