Pernah Dilatih AS, Pasukan Baret Hijau Iran Siap Hadapi Invasi Trump
Pasukan Baret Hijau Iran yang pernah dilatih militer Amerika Serikat kini siap untuk menghadapi potensi invasi darat, menyusul ancaman Presiden Donald Trump terhadap Teheran.
Ancaman itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, serta kemungkinan operasi militer lanjutan oleh Washington.
Unit elite itu merupakan Brigade Pasukan Khusus Lintas Udara ke-65 Iran atau NOHED Brigade, salah satu pasukan komando paling elite Iran yang memiliki kemampuan operasional khusus.
Brigade ini menjalankan misi mulai dari penyelamatan sandera, operasi psikologis, kontra-terorisme, hingga peperangan tidak teratur di dalam dan luar wilayah Iran.
Lihat Juga : |
Dalam struktur militer Iran, unit ini dijuluki "hantu kuat" setelah pasukan ini berhasil merebut sejumlah gedung di Teheran dalam latihan militer pada 1990-an hanya dalam waktu kurang dari dua jam.
Saat melihat Brigade Pasukan Khusus Lintas Udara ke-65 Iran, terdapat sejumlah kemiripan mencolok dengan Pasukan Khusus AS. Chevron kuning pada seragam prajuritnya tampak menyerupai tanda pangkat pada seragam lama Angkatan Darat AS.
Sebelum Revolusi Iran, lambang satuan mereka juga mirip dengan lambang De Oppresso Liber, simbol Pasukan Khusus Angkatan Darat AS.
Baret hijau khas yang dikenakan pasukan Iran mungkin tidak memiliki warna identik dengan baret hijau Pasukan Khusus AS saat ini.
Namun, penggunaan warna itu menunjukkan bahwa pasukan elite Iran pernah dilatih langsung oleh militer AS.
Pada dekade 1960-an, AS mengirim beberapa detasemen Pasukan Khusus untuk melatih militer Kekaisaran Iran di bawah Shah.
Pelatihan itu membentuk identitas unit, termasuk penggunaan baret hijau serta doktrin operasi yang mirip dengan Green Berets AS.
Sebelum diterjunkan, para prajurit AS harus menyelesaikan kursus Perwira Pasukan Khusus di Fort Bragg. Mereka juga harus mempelajari bahasa Farsi di Defense Language Institute di Monterey, California, sebelum akhirnya melatih pasukan khusus Iran.
Satuan ke-65 sudah lama tidak lagi menjadi bagian dari Pasukan Khusus Kekaisaran Iran.
Sejak dibentuk bersama Pasukan Khusus AS, Brigade ke-65 tetap bertahan melewati Revolusi Iran 1979 dan Perang Iran-Irak pada 1980-an.
Dalam beberapa tahun terakhir, unit ini juga berperan memberi nasihat kepada Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dalam operasi terkait kepentingan Iran di Suriah.
Warisan pelatihan keras namun menyeluruh dari pasukan Green Berets Amerika masih terlihat hingga kini.
Program pelatihan modern mereka mencakup ketahanan fisik serta teknik bertahan hidup di medan gurun, hutan, dan pegunungan, termasuk latihan terjun payung dan freefall.
(rnp/dna)