China Cap Trump dan Netanyahu Biang Kerok Masalah Selat Hormuz
China menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu biang kerok masalah jalur perdagangan minyak global Selat Hormuz.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menyampaikan hal tersebut saat membahas situasi di Teluk Persia pada hari ini, Kamis (2/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyebab rintangan dan navigasi di Selat Hormuz adalah operasi militer ilegal AS dan Israel terhadap Iran," demikian laporan kantor berita China, berdasarkan pernyataan Mao Ning.
Mao Ning juga menyampaikan hasil pembicaraan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Wakil Perdana Menteri Pakistan Mohammad Ishaq Dar via telepon.
Menurut penuturan dia, mereka bertukar pandangan soal situasi di Teluk Persia dan Timur Tengah. Keduanya juga sepakat lima poin untuk menyelesaikan konflik di kawasan tersebut.
Kelima poin itu yakni penghentian permusuhan segera; dimulainya pembicaraan perdamaian sesegera mungkin; keamanan target non-militer; keamanan jalur pelayaran; dan supremasi Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Lebih lanjut, Mao Ning mengatakan sebulan usai operasi AS-Israel, dampaknya terus menyebar dan menganggu perdamaian dan stabilitas regional serta global.
"Serta menyebabkan gangguan yang lebih luas terhadap stabilitas pasokan energi global, kelancaran operasi rantai industri dan pasokan, dan pertumbuhan ekonomi global," ucap dia dikutip situs resmi Kemlu China.
China dan Pakistan sebagai negara-negara penting di Global South, kata dia, menyampaikan posisi dan mengumpulkan upaya yang lebih kuat di komunitas internasional untuk berkontribusi meredakan situasi dan memulihkan perdamaian di Timur Tengah.
"Inisiatif ini terbuka dan kami menyambut tanggapan dan partisipasi dari semua negara dan organisasi internasional," imbuh Mao Ning.
China akan terus menjalin komunikasi erat dengan Pakistan dan pihak-pihak terkait serta memainkan peran konstruktif dalam mendorong pengakhiran permusuhan.
AS dan Israel meluncukran serangan besar-besaran ke Iran pada 28 Februari. Imbas operasi tersebut, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan ribuan warga sipil di negara tersebut tewas.
Iran lantas meluncurkan serangan balasan ke Israel dan aset-aset AS di negara-negara Teluk. Mereka juga menutup Selat Hormuz. Pertempuran hingga kini masih terjadi.
Penutupan selat memicu BBM krisis dan kenaikan harga yang melonjak. Sejumlah negara menerapkan sederet strategi seperti meminta ASN bekerja dari rumah hingga membatasi pembelian BBM.
(rnp/bac) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]


