Iran Akhirnya Beri Izin Kapal Malaysia Lewat Hormuz Gratis, RI Gimana?

CNN Indonesia
Kamis, 02 Apr 2026 19:55 WIB
Iran akhirnya mengizinkan kapal Malaysia transit di Selat Hormuz tanpa biaya di tengah perang melawan AS-Israel sejak 28 Februari lalu. (Foto: REUTERS/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran akhirnya mengizinkan kapal Malaysia transit di Selat Hormuz tanpa biaya di tengah penutupan rute tersebut oleh Teheran imbas serangan Amerika Serikat-Israel sejak 28 Februari lalu.

Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke mengatakan kapal-kapal Negeri Jiran tidak akan dikenakan biaya tambahan untuk melewati Selat Hormuz.

"Dubes Iran telah mengatakan tidak ada biaya yang dikenakan terhadap kapal-kapal China," ucap Anthony seperti dikutip The Straits Times pada Selasa (31/3).

"Kita (Malaysia-Iran) bersahabat. Kami memiliki hubungan yang baik dengan pemerintah Iran," paparnya menambahkan.

Duta Besar Iran Mohammadi Valiollah Nasrabadi menyampaikan informasi tersebut saat wawancara dengan media lokal Malaysia, New Straits Times, Senin (26/3).

"Kami menerima informasi dari Menteri Luar Negeri Malaysia sejumlah kapal Malaysia ada di Teluk Persia dan ingin melintas," kata dia

Pemerintah Iran, lanjut Nasrabadi, sudah mempertimbangkannya, dan kemungkinan besar kapal-kapal Malaysia akan melintas.

"Itu bukan masalah, sebagai negara sahabat Malaysia, dan negara-negara sahabat bisa melewati selat," ungkap dia.

Nasrabadi juga merespons saat ditanya apakah kapal Malaysia akan bebas biaya saat melintasi atau transit di Selat Hormuz.

[Gambas:Video CNN]

"Tentu (bebas biaya). Kami tidak akan mengenai biaya," ujar dia.

Lebih lanjut, dia menegaskan Selat Hormuz bukan ditutup tetapi dibatasi untuk beberapa bukan semua negara.

"Jika Anda menyerang Iran, Anda tak bisa memakai selat ini. Tapi, kita tidak menutup," imbuh Dubes Iran ini.

Setidaknya ada tujuh kapal Malaysia yang dijadwalkan melewati selat tersebut. Namun, mereka tertahan imbas gejolak di kawasan tersebut.

Bagaimana nasib kapal RI?

Sementara itu, dua kapal Pertamina, Pride dan Gamsunoro, masih berada di Teluk Arab atau Teluk Persia.

Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI untuk menyiapkan teknis perlintasan di Selat Hormuz.

Vega juga menekankan kru dan awak kapal sejauh ini terpantau dalam keadaan aman.

"PIS bersama dengan Kemlu tengah membahas teknis agar kedua kapal yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman," ujar Vega dalam keterangan resmi pekan lalu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Vahd Nabyl menyampaikan perkembangan berdasarkan koordinasi Kemlu dan KBRI Tehran dengan pihak Pertamina.

"Terdapat pertimbangan positif Pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz," kata Nabyl.

"Diperlukan kesiapan teknis oleh pihak Pertamina, termasuk perlindungan asuransi dan kesiapan kru kapal, sebelum ditindaklanjutinya tanggapan positif dari Pemerintah Iran tersebut," imbuh dia.

Nabyl juga mengatakan Kemlu dan KBRI Tehran akan terus koordinasi dengan semua pihak terkait dalam upaya memastikan pelintasan secara aman kapal milik Pertamina di Selat Hormuz.

Selat Hormuz menjadi sorotan dunia sejak AS-Israel menggempur habis-habisan Iran.

Iran membalas dengan meluncurkan serangan ke Israel dan aset AS di negara-negara Teluk. Mereka juga menutup Selat Hormuz untuk menekan musuhnya dan negara yang dianggap berafiliasi.

(isa/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK