Kesal Tak Didukung, Trump Ejek Macron Sedang Pemulihan Ditoyor Istri

CNN Indonesia
Jumat, 03 Apr 2026 11:55 WIB
Kesal lantaran tak didukung dalam melawan Iran, Presiden AS Donald Trump mengejek Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Kesal lantaran tak didukung dalam melawan Iran, Presiden AS Donald Trump mengejek Presiden Prancis Emmanuel Macron. (AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengejek hubungan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan sang istri. Gara-garanya, rasa kesal penolakan Prancis untuk bergabung dengan AS-Israel melawan Iran.

Trump dan Macron sebelumnya telah menggembar-gemborkan hubungan persahabatan kedua negara. Namun, pada sebuah acara pribadi di hari Rabu (1/4), Trump mengecam Macron karena tidak memberikan bantuan untuk AS di Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya menelepon [Presiden] Prancis, Macron, yang istrinya memperlakukannya dengan sangat buruk. [Dia/Macron] masih dalam masa pemulihan dari pukulan di rahang kanan," ujar Trump, melansir CNN.

Ejekan di atas tampaknya merujuk pada video yang sempat viral 2025 lalu, yang memperlihatkan Brigitte Macron mendorong wajah suaminya di dalam pesawat kepresidenan Prancis.

Merespons ejekan tersebut, Macron menyebut Trump tidak elegan.

"[Trump] tidak elegan, tidak sesuai standar," ujarnya.

Komentar terbaru Trump ini juga memicu reaksi keras di Prancis. Banyak pihak tak suka kehidupan pribadi politisi, termasuk presiden, diumbar ke permukaan dan dijadikan bahan politik.

"Saat ini kita sedang membahas masa depan dunia. Kita melihat bahwa rakyat kita sangat terpengaruh, dan di tengah situasi ini, ada orang yang gugur di medan perang, tapi kita memiliki seorang presiden yang tertawa dan mengejek orang lain," ujar Ketua Majelis Nasional Prancis, Yael Braun-Pivet.

Brigitte Macron telah menjadi subjek yang sensitif bagi Macron. Tahun lalu, pasangan itu mengajukan gugatan pencemaran nama baik terhadap podcaster AS, Candace Owens, atas klaim tak berdasar yang menyebut bahwa Brigitte seorang pria.

Prancis sendiri menjadi salah satu negara Eropa yang ogah memberikan dukungan untuk AS dan Israel dalam melawan Iran.

Prancis telah mengerahkan sejumlah pasukan militer ke wilayah Teluk Persia, mengirimkan jet dan sistem pertahanan udara untuk melindungi sekutu Arab-nya di Teluk. Prancis juga mengerahkan aset angkatan laut di lepas pantai Siprus, negara anggota Uni Eropa yang telah menjadi sasaran serangan.

Namun, Macron menolak untuk mendukung gerakan AS dengan aset angkatan laut untuk membuka kembali Selat Hormuz. Tawaran Prancis untuk menyediakan kapal pelindung setelah pertempuran mencapai puncaknya kini menuai ejekan dari Gedung Putih.

Kendati demikian, Prancis tetap teguh, bergabung dengan sekutu Eropa-nya, Spanyol dan Italia, melarang militer AS untuk menggunakan pangkalan udaranya.

(asr) Add as a preferred
source on Google