Presiden Iran Respons Ancaman Trump Bawa Iran ke Zaman Batu
Presiden Iran Masoud Pezeshkian merespons ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk membawa Iran ke Zaman Batu sebagai suatu kejahatan perang.
Dalam unggahan Pezeshkian di media sosial X, akun @drpezeshkian tersebut mempertanyakan arti dari pernyataan Trump untuk mengirim bangsa Teheran ke Zaman Batu.
"Apakah mengancam untuk mengirim seluruh bangsa kembali ke Zaman Batu memiliki arti lain selain kejahatan perang besar-besaran?," tanya Presiden Iran dalam unggahannya, Jumat (3/4).
Ia menambahkan bahwa pertanyaan serupa pernah diajukan kepada rekannya yang merupakan ahli hukum di Finlandia.
Pezeshkian juga menekankan bahwa sejarah selalu menunjukkan ada konsekuensi besar yang bakal ditanggung saat memilih diam terhadap ketidakadilan.
"Inilah pertanyaan yang saya ajukan kepada rekan sejawat saya dari Finlandia, yang juga seorang ahli hukum. Sejarah dipenuhi oleh mereka yang harus membayar harga sangat mahal karena memilih diam di hadapan para penjahat," tandasnya.
Sebelumnya, Trump sesumbar akan membuat Iran kembali ke Zaman Batu di tengah serangan masif dari negara tersebut.
Dalam salah satu unggahan di media sosial buatannya Truth Social pada Rabu (31/3), Trump membahas kemungkinan gencatan senjata AS dan Iran. Dia lalu menekankan baru mengambil langkah ini jika Selat Hormuz terbuka.
"Presiden rezim baru Iran, yang jauh kurang radikal dan jauh lebih cerdas daripada para pendahulunya, untuk meminta Amerika Serikat gencatan senjata," kata Trump.
"Kami akan mempertimbangkan saat Selat Hormuz terbuka, bebas, dan aktif. Hingga saat itu, kami akan terus menyerang Iran atau seperti mereka bilang, kembali ke Zaman Batu," paparnya menambahkan.
Trump disebut siap mengakhiri perang dengan Iran meski jalur perdagangan minyak global Selat Hormuz tetap tertutup.
Salah satu sumber di pemerintahan AS mengatakan Trump menyampaikan pertimbangan tersebut ke penasihatnya bahwa dia siap setop perang, barulah pembicaraan akses selat dibahas lagi, demikian dikutip Times of Israel, Rabu (1/4).
(ins)