BREAKING NEWS

Tiga TNI Jadi Korban Luka Penyerangan Pasukan UNIFIL di Lebanon

CNN Indonesia
Sabtu, 04 Apr 2026 09:40 WIB
Tiga orang Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi korban luka serangan teranyar ke pasukan UNIFIL di basis Hisbullah, Lebanon, Jumat (4/4).
Ilustrasi. Tiga orang Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi korban luka serangan teranyar ke pasukan UNIFIL di basis Hisbullah, Lebanon, Jumat (4/4). (REUTERS/Thaier Al-Sudani)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tiga pasukan penjaga perdamaian PBB atau (UNIFIL) yang menjadi korban serangan teranyar di basis Hizbullah, Lebanon, pada Jumat (3/4) merupakan anggota Tentara Nasonal Indonesia (TNI).

"Iya betul [pasukan UNIFIL yang terluka merupakan WNI]," ujar National Information Officer Pusat Informasi PBB (UNIC) di Indonesia, Siska Widyawati, saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Sabtu (4/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari tiga korban yang dilaporkan, dua di antaranya mengalami luka parah.

Kedua korban yang mengalami luka parah telah dibawa ke rumah sakit setempat dan mendapatkan perawatan medis. Kini, korban berada dalam kondisi stabil.

Juru Bicara UNIFIL, Kandice Ardiel mengatakan, insiden terjadi pada sore hari di salah satu posisi pasukan PBB.

"Sore ini, sebuah ledakan di posisi [pasukan penjaga perdamaian] PBB melukai tiga prajurit, dua di antaranya mengalami luka berat," ujar Ardiel.

Kendati demikian, hingga kini penyebab ledakan masih belum diketahui dengan pasti.

"Kami belum tahu asal ledakannya," ujar Ardiel.

Insiden ini menjadi serangan ketiga yang menimpa pasukan UNIFIL di tengah meningkatkan eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah di wilayah Lebanon selatan.

"UNIFIL mengingatkan semua pihak terkait tentang kewajiban mereka untuk memastikan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian, termasuk dengan menghindari aktivitas pertempuran di dekatnya yang dapat membahayakan mereka," ujar Ardiel.

Sebelumnya, tiga prajurit TNI yang tergabung di UNIFIL juga tewas dalam dua serangan berbeda di Lebanon dalam kurun waktu 24 jam.

Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur dalam serangan tersebut. 

(lau/asr) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]