Ancaman Menghantui, Operasi Penyelamatan Pilot AS di Iran Bakal Sulit

CNN Indonesia
Sabtu, 04 Apr 2026 16:10 WIB
Misi Amerika Serikat (AS) untuk menyelamatkan pilot yang hilang dihadapkan tantangan berat, lantaran ancaman tembakan dari musuh masih berlanjut. Ilustrasi (Senior Airman Danielle Charmichael/US AIR FORCE/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Upaya penyelamatan pilot Amerika Serikat (AS) yang hilang dinilai akan menjadi tantangan berat karena operasi tersebut akan berhadapan dengan ancaman tembakan Iran. Hal itu disampaikan seorang dosen tamu di King's College London, Sami Puri pada Sabtu (4/4)

"Satelit dan perangkat lainnya hanya memiliki kemampuan terbatas pada tingkat tertentu karena ini adalah pencarian satu individu, satu kru dari pesawat F-15E yang ditembak jatuh di area yang sangat luas, sebagian berupa pegunungan, sebagian lagi gurun," ujar Puri kepada Al Jazeera, Sabtu (4/4).

Untuk bisa memperoleh hasil, Ia mengatakan pasukan AS harus terbang cukup rendah untuk menentukan lokasi pilot yang hilang secara akurat. Dalam hal ini, upaya tersebut akan akan meningkatkan risiko bagi mereka.

"Banyak hal yang akan membutuhkan pemantauan jarak dekat dari pesawat yang harus melewati ancaman tembakan musuh lebih lanjut. Dan tentu saja, bagi Iran, menjatuhkan pesawat Amerika ketiga dalam waktu singkat akan menjadi sebuah pencapaian besar," ungkapnya.

Puri menambahkan bahwa jatuhnya jet tersebut akan menjadi hal yang "sangat memalukan" bagi militer AS, mengingat Menteri Pertahanan Pete Hegseth sebelumnya sempat mengklaim bahwa AS memiliki keunggulan serangan udara di Iran.

Di sisi lain, sebelumnya Iran menyatakan telah menjatuhkan dua pesawat tempur AS, dengan pesawat pertama ditembak jatuh di provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad, dan yang lainnya jatuh di Teluk.

Dua anggota kru AS telah diselamatkan dan setidaknya satu orang diyakini masih hilang.

Perayaan pecah di Teheran saat militer Iran menyatakan bahwa jatuhnya pesawat-pesawat tersebut menunjukkan pasukannya masih memiliki kemampuan tempur melawan AS dan Israel.

Serangan balasan Iran terhadap Israel menyebabkan kebakaran di situs industri di Negev selatan dan merusak bangunan di Rosh Haayin serta Petah Tikvah di wilayah tengah.

Sementara itu, Israel melemparkan ancamannya dengan meledakkan dua jembatan utama di atas Sungai Litani di Lebanon, sekaligus memperluas pendudukan mereka di bagian selatan negara tersebut.

(ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK