Iran Pastikan Respons Perang Usai Trump Ultimatum 48 Jam

CNN Indonesia
Minggu, 05 Apr 2026 10:14 WIB
Iran membalas ultimatum Presiden Donald Trump terhadap Iran untuk mencapai kesepakatan nuklir atau membuka kembali Selat Hormuz dalam tempo 48 jam. iStock/Rainer Puster
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran membalas ultimatum Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Iran untuk mencapai kesepakatan nuklir atau membuka kembali Selat Hormuz dalam tempo 48 jam.

Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Mayor Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi memperingatkan Trump jika terus menyerang Iran "Pintu neraka akan terbuka untukmu," mengutip CNN.

Terpisah, Juru Bicara Khatam al-Anbiya Ebrahim Zolfaghari menyatakan hal serupa.

"Jangan lupa: jika permusuhan meluas, seluruh wilayah akan menjadi neraka bagi kalian. Ilusi mengalahkan Republik Islam Iran telah berubah menjadi rawa yang akan menelan kalian," kata dia.

Trump mengultimatum Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam tempo 48 jam.

Ia juga mengancam akan 'menghancurkan' pembangkit listrik Iran, jika mereka tak segera membuka Selat Hormuz.

"Waktu hampir habis - 48 jam sebelum neraka menimpa mereka," ujarnya.

Kawasan negara-negara Teluk tengah memanas buntut Serangan AS-Israel ke Iran yang untuk pertama kali diluncurkan pada 28 Februari 2026 lalu.

Serangan itu mengakibatkan gugurnya 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Iran pun menutup jalur Selat Hormuz yang merupakan jalur utama perdagangan minyak dari negara-negara Teluk yang berbuntut pada melonjaknya harga minyak dunia.

(mnf/mik)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK