Daftar Jenderal AS yang Dipecat Trump selama Perang Iran
Sejumlah jenderal militer Amerika Serikat (AS) dipecat oleh Presiden Donald Trump selama periode perang dengan Iran.
Pemecatan para jenderal dilakukan pada Kamis (2/4), sehari setelah Trump menyampaikan pidato nasional mengenai perang Iran pada Rabu (1/4) lalu.
Pengumuman pemecatan ini disampaikan oleh Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, yang dikabarkan oleh beberapa pejabat di Pentagon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut daftar jenderal AS yang dipecat Trump.
KSAD Randy George
Kepala Staf Angkatan Darat AS Randy George dipecat oleh Hegseth melalui panggilan telepon saat sedang mengikuti rapat.
Menurut sumber yang bicara kepada CNN, Hegseth memecat George dengan memintanya pensiun. Sumber kedua CNN mengatakan bahwa George kemudian menyampaikan kabar tersebut secara langsung kepada para bawahannya.
"Jenderal Randy A. George akan pensiun dari posisinya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat ke-41 yang efektif segera. Departemen Perang berterima kasih atas pengabdian Jenderal George selama puluhan tahun bagi bangsa kita," tulis juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, dalam unggahan di media sosial X.
Sebagai KSAD, George bekerja sama erat dengan Sekretaris Militer Dan Driscoll, selaku pejabat senior yang dekat dengan Gedung Putih dan dianggap Hegseth sebagai ancaman serta terkadang berselisih paham dengannya.
Kepala Pendeta Militer AS Mayjen William Green Jr
Selain George, sumber CNN juga mengatakan bahwa Hegseth turut memecat Kepala Pendeta Militer AS Mayjen William Green Jr.
Komandan Komando Transformasi dan Pelatihan Angkatan Darat Jenderal David Hodne
Masih menurut sumber yang sama, Komandan Komando Transformasi dan Pelatihan Angkatan Darat Jenderal David Hodne juga ikut dipecat oleh Hegseth.
Sejauh ini, tidak ada penjelasan mengenai pemecatan Hodne maupun Green Jr.
Sebelum para jenderal ini, Kepala Pusat Kontra Terorisme Nasional AS Joseph Kent lebih dulu mengajukan pengunduran diri dari jabatannya.
Langkah itu diambil sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Trump terkait perang di Iran. Kent menyebut perang melawan Iran tidak didasarkan pada ancaman nyata terhadap AS.
Ia menegaskan keputusan tersebut tidak sepenuhnya berasal dari kepentingan nasional AS karena lebih mengutamakan tekanan dari Israel dan kelompok pelobi yang berpengaruh kuat di AS.
(blq/dna) Add
as a preferred source on Google
