Trump Kesal Dicap Penjahat Perang Bombardir Iran: Mereka Binatang
Presiden Donald Trump kesal dan mengelak dinilai melakukan kejahatan perang saat Amerika Serikat berencana membombardir situs energi dan seluruh jembatan di Iran.
Dalam konferensi pers pada Senin (6/4), Trump menjelaskan serangan AS ke Iran.
"Kita sedang menghancurkan negara itu, dan saya benci melakukannya, tetapi kita sedang menghancurkan mereka dan mereka tidak mau menyerah," kata Trump dikutip Middle East Eye.
"Jika tidak [menyerah], mereka tidak akan punya jembatan, mereka tidak akan punya pembangkit listrik, mereka tidak akan punya apapun," imbuh dia.
Kemudian, salah satu jurnalis mengajukan pertanyaan lanjutan.
"Bagaimana mungkin itu bukan disebut kejahatan perang?" tanya dia.
Trump mengelak dengan mengeklaim Iran telah membunuh 45.000 warga sipil dalam protes Desember hingga Januari lalu. Angka ini tak bisa diverifikasi secara independen oleh lembaga manapun
Menurut data pemerintah Iran, korban tewas dalam unjuk rasa periode itu mencapai 4.000 orang. Aksi yang mulanya damai menjadi chaos usai, sebagaimana kata mereka, disusupi agen AS dan Israel.
Lihat Juga :KILAS INTERNASIONAL Trump Kecele Senjata Palsu Iran sampai Ucap 'Alhamdulillah' |
"Mereka adalah binatang, dan kita harus menghentikan mereka," ungkap Trump.
Bos Partai Republik ini terus membela diri dengan berdalih bahwa warga sipil Iran yang lebih ingin mendengar bom menyusul operasi militer brutal AS-Israel ke Iran.
"Ketika [warga Iran] tak mendengar bom meledak, mereka kesal. Mereka ingin mendengar bom karena mereka ingin bebas," ucap Trump.
Konvensi Jenewa 1949 melarang penargetan lokasi yang memutus akses terhadap kebutuhan dasar warga sipil.
Lihat Juga : |
Trump berulang kali mengancam Iran akan menjadikan negara tersebut seperti neraka jika mereka enggan membuka jalur perdagangan minyak global Selat Hormuz.
Trump bahkan membuat batas waktu sendiri untuk menggempur habis-habisan Iran. Jika mereka masih tak mau bernegosiasi dan menutup Hormuz hingga Selasa pukul 20.00 waktu Iran, militer AS siap meratakan negara ini.
Iran tak gentar. Mereka menyatakan akan membalas serangan apapun yang dilakukan AS dan Israel.
(isa/bac)