AS-Iran Gencatan Senjata, Bagaimana Nasib Kapal RI di Selat Hormuz?

CNN Indonesia
Kamis, 09 Apr 2026 13:03 WIB
Indonesia terus berupaya berkoordinasi dengan Iran agar dua kapal RI dapat melintasi Selat Hormuz menyusul gencatan yang disepakati Teheran-AS selama dua pekan. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia terus berupaya berkoordinasi dengan Iran agar dua kapal RI dapat melintasi Selat Hormuz menyusul gencatan senjata yang disepakati Teheran dan Amerika Serikat selama dua pekan pada Rabu (8/4).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela mengatakan sejak awal Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran telah menjalin komunikasi dengan pemerintah Iran maupun perwakilan Iran di Jakarta.

"Kita mengupayakan agar Kapal Tanker Pertamina bisa melintasi dari Selat Hormuz dan termasuk dilakukan juga oleh Bapak Menteri Luar Negeri Sugiono dalam pertemuan dengan Dubes Iran dan juga oleh Dubes kita di Tehran dengan otoritas-otoritas di Iran," ujar Nabyl dalam konferensi pers di Ruang Palapa, Jakarta, Rabu (8/4).

Menurut Nabyl, perkembangan terbaru menunjukkan sejumlah aspek teknis masih dalam proses penyelesaian untuk menjamin keselamatan pelayaran kapal saat melintasi Selat Hormuz.

"Terdapat beberapa hal-hal yang cukup teknis yang memang sedang dilanjuti untuk bisa memastikan keselamatan untuk melintas dari sana dan ini termasuk antara lain seperti hal-hal seperti asuransi dan juga kesiapan kru dan kita dalam," ujarnya.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kebebasan navigasi sesuai hukum internasional, khususnya di jalur strategis Selat Hormuz.

"Tadi seperti di awal juga bahwa para presiden untuk kita memastikan ingin meminta agar kebebasan navigasi itu dihormati dan sesuai dengan hukum internasional dan Selat Hormuz mungkin itu yang bisa kami sampaikan untuk perkembangan yang kapal ya," ujar Nabyl.

Sebelumnya, Iran memberikan lampu hijau kepada dua kapal RI yang sempat tertahan untuk keluar dari Selat Hormuz.

"Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran," kata Nabyl terkait perkembangan negosiasi kapal tanker Pertamina di Jakarta, Jumat (27/3).

Menurut Nabyl, Teheran memberikan respons positif, sehingga sejumlah pihak langsung melanjutkan langkah-langkah operasional untuk kapal tanker itu.

Namun, hingga kini belum ditentukan waktu pasti kapan kapal-kapal itu bisa keluar dari Selat Hormuz.

Iran sebelumnya menutup lagi Selat Hormuz di tengah gencatan senjata dengan AS karena Lebanon kembali diserang Israel pada Rabu (8/4) malam.

(rnp/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK