Alasan Trump Gencatan Senjata dengan Iran, Bisa Jadi 'Plot Twist'

CNN Indonesia
Kamis, 09 Apr 2026 13:20 WIB
Alasan Presiden AS Donald Trump pilih gencatan senjata dengan Iran. (REUTERS/Nathan Howard)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkap alasan memilih gencatan senjata sementara dengan Iran selama empat pekan.

Trump menyatakan optimisme bahwa perjanjian gencatan senjata dengan Iran akan mengantarkan "Zaman Keemasan" di Timur Tengah. Pernyataan Trump itu pun bisa bikin 'plot twist' atau kejutan bertolak belakang terutama terkait Selat Hormuz.

"Hari yang penting bagi Perdamaian Dunia!" tulis Trump di Truth Social setelah pengumuman gencatan senjata dua minggu.

"Iran menginginkannya terjadi, mereka sudah muak! Begitu juga semua orang!" tulisnya seperti dikutip laman New York Post, Rabu (8/4).

Pernyataan Trump tersebut berbanding terbalik sebelum dia menerima gencatan senjata.

Trump sesumbar akan menghancurkan Iran hingga kembali ke zaman batu.

Dalam salah satu unggahan di media sosial buatannya Truth Social pada Rabu (31/3), Trump membahas kemungkinan gencatan senjata AS dan Iran. Dia lalu menekankan baru mengambil langkah ini jika Selat Hormuz terbuka.

"Kami akan mempertimbangkan saat Selat Hormuz terbuka, bebas, dan aktif. Hingga saat itu, kami akan terus menyerang Iran atau seperti mereka bilang, kembali ke Zaman Batu," paparnya menambahkan.

Trump menambahkan siap mengakhiri perang dengan Iran meski jalur perdagangan minyak global Selat Hormuz tetap tertutup.

Ingin untung dari Selat Hormuz

Trump kini ingin menarik keuntungan dari Selat Hormuz.

Dia mengindikasikan merasa "yakin" pembukaan kembali jalur air utama tersebut, yang dilalui oleh 20% minyak dunia setiap hari, akan berjalan dengan baik.

"Akan ada banyak tindakan positif! Uang besar akan dihasilkan. Iran dapat memulai proses rekonstruksi," katanya.

"Sama seperti yang kita alami di AS, ini bisa menjadi Zaman Keemasan Timur Tengah!!!"

Panglima tertinggi mengatakan AS "akan membantu penumpukan lalu lintas di Selat Hormuz" dan "mempersiapkan pasokan segala jenis, hanya 'berkeliaran' untuk memastikan semuanya berjalan lancar."

Pernyataan Trump tersebut bisa menjadi indikasi bahwa ia akan meminta bagi keuntungan dengan Iran jika Teheran mengenakan tarif di Selat Hormuz.

(imf/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK