Sekutu-sekutu AS Minta Gencatan Senjata Iran Berlaku Juga bagi Lebanon

CNN Indonesia
Kamis, 09 Apr 2026 16:16 WIB
Lebanon luluh lantak dibombardir Israel. (REUTERS/Mohamed Azakir)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah sekutu Amerika Serikat menyerukan agar kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran turut mencakup Lebanon, di tengah berlanjutnya pertempuran antara Israel dan kelompok di wilayah itu.

Pertempuran yang masih berlangsung antara Israel dan Lebanon sejak 2 Maret dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.530 orang dan menyebabkan sedikitnya 4.812 lainnya terluka, dikutip Gulf News.

Sehingga, sejumlah sekutu AS mendesak agar Lebanon juga diberlakukannya gencatan senjata seperti Iran dan AS yang telah menyepakati gencatan senjata selama dua pekan.

Prancis

Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan pentingnya gencatan senjata dua pekan antara AS dan Iran turut mencakup penghentian serangan Israel terhadap Lebanon.

Macron memperingatkan situasi di Lebanon saat ini berada dalam kondisi kritis. Pernyataan itu disampaikannya pada Rabu (8/4) menjelang pertemuan dewan pertahanan Prancis.

"Apa yang kita saksikan melalui serangan dan pendudukan Israel di Lebanon selatan bukanlah respons yang tepat," ujar Macron, dikutip Politico.

Macron sebelumnya juga berulang kali mengecam serangan terhadap Lebanon, yang merupakan salah satu sekutu dekat Prancis di Timur Tengah, serta mendesak pemerintah Israel untuk membuka pembicaraan dengan pihak Lebanon.

Inggris

Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper juga mendorong agar Lebanon turut dimasukkan dalam kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran.

Cooper dijadwalkan menyampaikan kekhawatiran Inggris terkait eskalasi konflik itu dalam pidatonya di Kota London pada Kamis malam.

"Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan, dan kami mendukung proses negosiasi. Kemajuan harus dicapai. Tidak boleh ada kembali konflik," ujar Cooper dalam jamuan makan malam yang diselenggarakan oleh Wali Kota London, Susan Langley, dikutip Bloomberg.

Ia menegaskan Lebanon harus dilibatkan dalam gencatan senjata, serta menekankan tidak boleh ada ancaman lanjutan dari Iran terhadap negara-negara tetangganya.

Spanyol

Dalam wawancara dengan radio publik RNE, Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menegaskan penghentian konflik harus berlaku di seluruh wilayah yang terdampak, termasuk Lebanon.

"Semua front harus dihentikan, dan itu juga mencakup Lebanon. Tidak dapat diterima jika perang dan invasi Israel terhadap negara berdaulat seperti Lebanon terus berlanjut," ujar Albares, dikutip Asharq Al-Awsat.

Sementara itu, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyambut gencatan senjata antara AS dan Iran sebagai perkembangan positif.

"Spanyol tidak akan memuji mereka yang membakar dunia hanya karena kemudian datang membawa ember air," ujar Sanchez.

Australia

Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong menyatakan gencatan senjata selama 14 hari antara AS-Israel dan Iran seharusnya juga mencakup operasi militer Israel di Lebanon.

Saat ditanya dalam wawancara ABC, apakah kesepakatan itu perlu berlaku bagi tindakan Israel di Lebanon, Wong menegaskan gencatan senjata perlu diterapkan secara menyeluruh.

"Ya. Posisi kami adalah dunia mengharapkan gencatan senjata berlaku di seluruh kawasan," ujar Wong, dikutip ABC.

Ia menambahkan, meski berharap kesepakatan itu dapat bertahan, pemerintah Australia tetap berhati-hati dalam menilai keberlanjutan gencatan senjata tersebut.

"Gencatan senjata ini rapuh, tetapi dunia membutuhkan agar kesepakatan ini tetap bertahan," katanya.

Italia

Sementara itu, Italia mengutuk keras serangan Israel ke Lebanon. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengatakan gempuran yang menewaskan lebih dari 200 orang itu merupakan pelanggaran atas gencatan senjata AS dan Israel.

Italia memang menekankan bahwa Lebanon harus masuk dalam kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran.

(rnp/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK