Israel Biang Kerok, Iran-AS Saling Ancam Batalkan Gencatan Senjata

CNN Indonesia
Kamis, 09 Apr 2026 18:04 WIB
Serangan Israel ke Lebanon. (REUTERS/Mohamed Azakir)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran dan Amerika Serikat saling mengancam membatalkan gencatan senjata jika masing-masing pihak melanggar kesepakatan.

Saling ancam dilontarkan masing-masing kubu karena lagi-lagi Israel jadi biang kerok saat gencatan senjata.

Seorang sumber Iran mengatakan kepada kantor berita Tasnim bahwa Teheran bakal membatalkan gencatan senjata dengan AS apabila Israel terus menyerang Lebanon sekutunya.

"Iran akan keluar dari perjanjian jika rezim Israel terus melanggar gencatan senjata dengan menyerang Lebanon," kata sumber tersebut, seperti dikutip Middle East Monitor (MEMO).

Sumber itu mengatakan saat ini Teheran sedang meninjau aksi Israel di Lebanon yang dinilai sebagai "pelanggaran yang terus berlanjut".

Menurut Iran, serangan terhadap Lebanon tak sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata yang disetujui AS, yang mencakup penghentian serangan di semua front, termasuk Lebanon.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump juga menyatakan serangan terhadap Iran akan kembali diluncurkan jika Teheran tidak mematuhi "perjanjian yang sebenarnya".

"Jika hal itu tidak terjadi, yang mana sangat tidak mungkin, maka serangan akan kembali dilakukan, yang lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat dari yang pernah dilihat siapa pun," tulis Trump di media sosialnya.

Trump menegaskan Iran harus memastikan tak akan lagi berusaha memperoleh senjata nuklir. Iran juga harus memastikan Selat Hormuz "akan terbuka dan aman" selama periode gencatan senjata ini.

"Selama kurun waktu ini, militer kami yang hebat akan mempersiapkan diri dan beristirahat untuk menantikan penaklukan berikutnya," tulis Trump di Truth Social.

AS dan Iran sepakat gencatan senjata selama dua pekan mulai Rabu (8/4). Hal itu diumumkan Trump pada Selasa (7/4) melalui platform media sosialnya.

Gencatan senjata ini akan diikuti dengan negosiasi yang rencananya digelar di Pakistan pada 10 April.

Kendati demikian, sejak gencatan senjata diumumkan, Israel masih terus membombardir Lebanon, bahkan menyerang besar-besaran negara tersebut hingga 254 orang tewas dan 1.165 lainnya terluka.

(blq/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK