Netanyahu Ngaku Siap Nego Gencatan Israel dan Lebanon, Ada Syaratnya
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu siap menggelar pembicaraan langsung dengan Lebanon, sehari setelah serangan paling mematikan Israel ke negara tetangganya itu menewaskan 300 orang lebih.
Serangan Israel ini berlangsung kala Amerika Serikat dan Iran, sekutu milisi Hizbullah di Lebanon, sepakat gencatan senjata selama dua pekan. Israel-AS menolak anggapan bahwa kesepakatan gencatan senjata termasuk wilayah Lebanon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menanggapi permintaan berulang dari Lebanon untuk membuka negosiasi langsung dengan Israel, saya kemarin telah menginstruksikan kabinet untuk segera memulai pembicaraan tersebut secepat mungkin," kata Netanyahu dalam pernyataan yang dirilis kantornya pada Kamis (9/4).
Ia menambahkan, negosiasi akan berfokus pada pelucutan senjata Hizbullah serta pembentukan hubungan damai antara Israel dan Lebanon.
Pernyataan ini muncul sehari setelah serangan Israel di berbagai wilayah Lebanon menewaskan lebih dari 300 orang dalam rangkaian serangan besar yang berpotensi merusak kesepakatan gencatan senjata AS-Iran.
Israel dan AS menyatakan Lebanon tidak termasuk dalam gencatan senjata dua minggu tersebut, yang dimaksudkan untuk membuka jalan negosiasi mengakhiri perang lima pekan antara AS-Israel melawan Iran.
Sebaliknya, Iran dan mediator Pakistan menyebut Lebanon termasuk dalam cakupan gencatan senjata, dan sejumlah pemimpin internasional juga menyerukan hal serupa.
Tak lama sebelum pengumuman Netanyahu, Presiden Lebanon Joseph Aoun mengatakan pihaknya tengah menempuh jalur diplomatik yang mulai mendapat respons positif dari komunitas internasional.
Kabinet Lebanon juga menginstruksikan aparat keamanan untuk membatasi kepemilikan senjata di Beirut hanya pada institusi negara, sebagai peringatan kepada Hezbollah.
"Angkatan bersenjata dan aparat keamanan diminta segera memperkuat penerapan penuh otoritas negara di wilayah Beirut dan memastikan monopoli senjata berada di tangan otoritas yang sah," ujar Perdana Menteri Nawaf Salam usai rapat kabinet seperti dikutip AFP.
Aoun kemudian menegaskan bahwa satu-satunya solusi bagi situasi yang berlangsung adalah tercapainya gencatan senjata.
"Saya telah mengatakan dan menegaskan kembali: saya tidak akan membiarkan konflik internal terjadi, dan semua pihak harus percaya pada negara dan kekuatan sahnya, karena tidak ada keselamatan tanpa itu," ujarnya.
Beberapa jam sebelum membuka peluang negosiasi, Netanyahu menegaskan Israel akan terus menyerang Hezbollah "dengan kekuatan, presisi, dan determinasi".
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 303 orang tewas dan lebih dari 1.000 lainnya luka-luka akibat serangan Israel pada Rabu. Serangan mematikan Israel ini juga mendorong Lebanon menetapkan Kamis sebagai hari berkabung nasional.
Serangan Israel berlanjut hingga malam dan Kamis pagi. Militer Israel mengklaim telah menewaskan Ali Yusuf Harshi, ajudan pemimpin Hezbollah Naim Qassem, meski belum ada konfirmasi dari pihak kelompok tersebut.
(rds) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

