Bersejarah, Wapres AS JD Vance Bertemu Tatap Muka dengan Delegasi Iran

CNN Indonesia
Sabtu, 11 Apr 2026 22:23 WIB
Wakil Presiden AS JD. Vance saat tiba di Pakistan untuk perundingan dengan delegasi Iran. (REUTERS/Jacquelyn Martin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gedung Putih secara resmi mengonfirmasi bahwa Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vance, telah melangsungkan pertemuan tatap muka dengan delegasi Iran di Islamabad, Pakistan.

Seperti dikutip Al Jazeera, pertemuan ini menandai babak baru diplomasi kedua negara yang telah berseteru selama puluhan tahun.

Pertemuan ini disebut sebagai momen bersejarah lantaran menjadi kontak tingkat tertinggi antara AS dan Iran sejak pecahnya Revolusi Iran pada tahun 1979.

Menurut sumber yang dekat dengan pihak mediator, perundingan langsung tersebut berlangsung selama kurang dari dua jam. Meski rinciannya masih tertutup rapat, pertemuan perdana ini dilaporkan berlangsung dalam atmosfer yang positif.

Poin-poin krusial yang dibahas dalam pertemuan ini meliputi:

- Eskalasi di Lebanon: Laporan awal menyarankan adanya titik terang terkait konflik di Lebanon. Sumber internal menyebut operasi militer Israel kemungkinan akan dibatasi hanya di wilayah selatan, tanpa ada lagi serangan udara di ibu kota Beirut.

- Pencairan Aset: Dari sisi Teheran, sumber-sumber Iran mengindikasikan adanya pergerakan positif terkait pencairan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan oleh AS.

Meskipun informasi mulai "menetes" keluar, seluruh proses negosiasi dilakukan secara tertutup dengan pengamanan super ketat. Verifikasi menyeluruh masih sulit dilakukan karena kedua belah pihak sangat membatasi pernyataan resmi kepada media.

Rangkaian diplomasi ini belum berakhir. Setelah pertemuan formal tersebut, kedua delegasi dijadwalkan akan melanjutkan pembicaraan dalam sesi jamuan makan malam.

Pertemuan informal ini diharapkan dapat mencairkan kekakuan diplomatik kedua negara guna mencapai kesepakatan damai yang lebih permanen.

Lokasi negosiasi dilaporkan berlangsung di Hotel mewah Serena, salah satu bangunan yang paling dijaga ketat di Islamabad, Pakistan.

Hotel tersebut dinilai sebagai pilihan yang dipertanyakan untuk menjadi tempat pembicaraan penting ini, terutama karena serangan bersenjata terburuk di Islamabad terjadi pada tahun 2008 di Hotel Marriott terdekat.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK