Menhan AS Dirujak gegara Bacakan Doa Fiktif dari Film saat Kebaktian

CNN Indonesia
Jumat, 17 Apr 2026 09:51 WIB
Menhan AS Pete Hegseth. Foto: Getty Images via AFP/WIN MCNAMEE
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (Menhan AS) Pete Hegseth "dirujak" media usai membacakan doa fiktif dari cuplikan sebuah film saat kebaktian di Pentagon.

Los Angeles Times melaporkan momen itu terjadi pada Rabu (15/4) dalam kebaktian bulanan Pentagon. Hegseth membacakan ayat Alkitab fiktif dari monolog "Pulp Fiction", film karya Quentin Tarantino tahun 1994.

Doa Hegseth yang berdurasi satu menit itu mengikuti nyaris seluruh monolog aktor Samuel L. Jackson tepat sebelum karakternya menembak mati seorang pria yang tak berdaya. Hanya dua baris terakhir yang menyerupai bahasa dari Alkitab sesungguhnya.

"Dan aku akan menimpakan kepadamu dengan pembalasan yang besar dan amarah yang dahsyat kepada mereka yang mencoba menangkap dan menghancurkan saudaraku," demikian ayat yang dibaca Hegseth.

"Dan kau akan tahu bahwa kode panggilanku adalah Sandy 1, ketika aku melampiaskan pembalasanku kepadamu," lanjutnya.

Kepada hadirin, Hegseth mengatakan bahwa ia mempelajari doa tersebut dari perencana misi utama sebuah tim bernama "Sandy 1", yang baru-baru ini menyelamatkan anggota kru Angkatan Udara yang jatuh di Iran.

Doa ini dipakai Hegseth untuk membingkai perang di Iran sebagai tindakan keadilan ilahi, sama seperti yang dianut karakter Jackson dalam film Pulp Fiction sebelum menarik pelatuk.

Hegseth mengeklaim ayat tersebut sering diucapkan oleh kru pencarian dan penyelamatan tempur, yang menamakan doa itu sebagai "CSAR 25:17".

"Menurut saya, doa ini dimaksudkan untuk mencerminkan Yehezkiel 25:17," ucap Hegseth.

Ayat Yehezkiel 25:17 dari Pulp Fiction hampir seluruhnya merupakan ciptaan penulis skenario. Hanya bagian penutupnya yang terinspirasi secara longgar dari ayat Alkitab sesungguhnya.

Sebagian besar monolog dalam film ini diadaptasi dari adegan pembuka film bela diri Jepang tahun 1976 "The Bodyguard", yang dibintangi aktor laga Sonny Chiba.

Dalam versi Hegseth, ia mengganti kalimat "dan mereka akan tahu bahwa Akulah Tuhan" dari Yehezkiel dengan kode panggilan untuk pesawat tempur A-10 Warthog AS.

Juru Bicara Utama Pentagon, Sean Parnell, telah buka suara mengenai ramainya komentar publik tentang doa fiktif Hegseth.

Parnell mengatakan beberapa media telah menyebarkan "berita palsu" karena menuduh Hegseth salah mengira monolog Jackson di film sebagai ayat kitab suci sesungguhnya.

"Pada Rabu, Menteri Hegseth membagikan doa khusus yang disebut sebagai doa CSAR, yang digunakan oleh para pejuang pemberani Sandy-1 selaku pemimpin misi penyelamatan siang hari Dude 44 Alpha dari Iran, yang jelas terinspirasi oleh dialog dalam Pulp Fiction," tulis Parnell di media sosial X.

"Namun, baik doa CSAR maupun dialog dalam Pulp Fiction merupakan cerminan dari ayat Yehezkiel 25:17, seperti yang dengan jelas dikatakan Menteri Hegseth dalam sambutannya pada kebaktian. Siapa pun yang mengatakan Menteri salah mengutip Yehezkiel 25:17, sedang menyebarkan berita palsu dan tidak mengetahui kenyataannya," lanjutnya.

Penulis skenario film, Roger Avary, sementara itu telah berkomentar mengenai doa Hegseth. Ia mengatakan Hegseth memang mengutip karakter di filmnya.

"Saya sangat setuju @SecWar mengutip Jules di Pulp Fiction jika itu bisa mencegah peluru mengenai tentara kita," tulisnya di media sosial X.

Hegseth sering menggunakan sesi doa untuk menyerukan kekerasan dalam perang Iran. Dalam doa bulan lalu, ia meminta Tuhan "memberikan satuan tugas ini sasaran yang jelas dan benar untuk melakukan kekerasan."

Menurut seorang analis pertahanan senior yang mengetahui operasi Pentagon, doa-doa semacam itu pada dasarnya tidak wajib, namun beberapa orang mengaku merasakan "tekanan tersirat" untuk hadir dan mengisi kursi.

Menurut sumber yang tak ingin disebutkan namanya, dampak pemaksaan ini yaitu kurangnya perhatian Pentagon terhadap keputusan operasional.

"Kami memiliki manajer dan pemimpin yang melewatkan pekerjaan penting untuk mendengarkan kutipan dari Pulp Fiction. Hal itu menunda kemampuan kami untuk membuat keputusan operasional yang berkaitan dengan misi peperangan," ujarnya.

Doa fiktif Hegseth ini sendiri diucapkan di tengah perselisihan antara Presiden AS Donald Trump dengan Pemimpin Gereja Katolik sedunia Paus Leo XIV.

Trump baru-baru ini juga menjadi bulan-bulanan publik karena mengolok Paus Leo dan mengunggah gambar dirinya bagai Yesus Kristus.

Pada Kamis (16/4), Paus tampaknya menyindir Trump dan pemerintahannya dalam pidato pesan damai di Kamerun. Sang Bapa Suci mengatakan orang-orang yang memanipulasi agama demi kepentingan politik akan celaka.

"Celakalah mereka yang memanipulasi agama dan Tuhan untuk keuntungan militer, ekonomi, dan politik mereka sendiri, yang menyeret hal sakral ke dalam kegelapan dan kekotoran," kata Paus Leo.

(blq/dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK