icon-close
FOTO: Lewat Jalur Darurat Qasmiyeh, Warga Lebanon Kembali Pulang Sejumlah kendaraan melintasi jalur penyeberangan darurat di atas Sungai Litani, wilayah Qasmiyeh, Lebanon selatan, pada Jumat (17/4), setelah gencatan senjata antara Israel dan Hezbollah mulai berlaku pada tengah malam waktu setempat. (REUTERS/Louisa Gouliamaki)
FOTO: Lewat Jalur Darurat Qasmiyeh, Warga Lebanon Kembali Pulang Israel menghancurkan seluruh jembatan di atas Sungai Litani selama konflik, termasuk jembatan di Qasmiyeh. (REUTERS/Louisa Gouliamaki)
FOTO: Lewat Jalur Darurat Qasmiyeh, Warga Lebanon Kembali Pulang Warga yang sempat mengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing untuk memeriksa kondisi tempat tinggal mereka. (Ibrahim Amro/ AFP)
FOTO: Lewat Jalur Darurat Qasmiyeh, Warga Lebanon Kembali Pulang Namun, sebagian tidak berencana untuk tinggal karena khawatir gencatan senjata selama 10 hari antara Hezbollah dan Israel dapat bersifat rapuh. (Ibrahim Amro/ AFP)
FOTO: Lewat Jalur Darurat Qasmiyeh, Warga Lebanon Kembali Pulang Kelompok Hezbollah, organisasi Muslim Syiah yang didirikan oleh Garda Revolusi Iran pada 1982, mulai melancarkan serangan pada 2 Maret sebagai bentuk dukungan terhadap Teheran. Sejak saat itu, konflik dengan Israel terus meningkat. (REUTERS/Louisa Gouliamaki)
FOTO: Lewat Jalur Darurat Qasmiyeh, Warga Lebanon Kembali Pulang Otoritas Lebanon menyebut perang ini telah menewaskan lebih dari 2.100 orang dan memaksa sekitar 1,2 juta warga mengungsi, sebagian besar berasal dari komunitas Syiah yang juga terdampak besar dalam konflik sebelumnya pada 2024. Picture taken with a mobile phone. (REUTERS/Stringer)
icon-chevron-left
icon-chevron-right