Ukraina Bombardir Kilang Minyak Rusia

CNN Indonesia
Minggu, 19 Apr 2026 14:56 WIB
Ilustrasi serangan Ukraina ke Rusia. (CNN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ukraina dilaporkan membombardir dua kilang minyak di Rusia dan sejumlah fasilitas energi lain pada Sabtu (18/4) dini hari waktu setempat.

Serangan terjadi hanya beberapa jam setelah Amerika Serikat (AS) kembali memberikan dispensasi (waiver) kepada Rusia untuk menjual minyaknya, meski sekarang masih berada di bawah sanksi Washington.

Negara-negara Barat dan sekutu sebelumnya menjatuhkan sanksi pada ekspor energi Rusia karena dianggap mendanai perang Moskow terhadap Ukraina. Namun, dispensasi diberikan di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia.

Kementerian Keuangan AS mengeluarkan dispensasi tersebut pada Jumat (17/4) saat pemerintahan Donald Trump berupaya meredakan tekanan pada harga minyak global akibat konflik AS dan Israel dengan Iran.

"Seiring dengan percepatan negosiasi, Kementerian Keuangan ingin memastikan minyak tersedia bagi mereka yang membutuhkannya," kata seorang juru bicara Kementerian Keuangan AS, dikutip dari CNN pada Minggu (19/4).

Komandan pasukan drone Kyiv Robert "Madyar" Brovdi mengatakan Ukraina menyerang kilang minyak Novokuybyshevsk dan Syzran di wilayah Samara, terminal minyak Tikhoretsk di Krasnodar, pelabuhan Vysotsk di Laut Baltik, serta depot minyak di Sevastopol, Krimea.

Kementerian Pertahanan Rusia tidak mengakui serangan tersebut. Mereka hanya menyatakan pertahanan udara mencegat 258 drone Ukraina dalam semalam.

Meski begitu, sejumlah pejabat daerah di Rusia melaporkan dampak serangan. Gubernur Samara Vyacheslav Fedorishchev mengatakan serangan terjadi di fasilitas industri dan layanan darurat telah dikerahkan ke lokasi.

Markas Besar Tanggap Darurat wilayah Krasnodar menyebut kebakaran terjadi di depot minyak Tikhoretsk dan sebanyak 224 personel serta 56 unit peralatan dikerahkan untuk memadamkan api.

Gubernur Leningrad Aleksandr Drozdenko juga mengatakan serangan drone memicu kebakaran di pelabuhan Vysotsk, tetapi api berhasil dipadamkan.

Komandan pasukan drone Kyiv Robert "Madyar" Brovdi menyatakan serangan ini merupakan respons atas perpanjangan dispensasi AS yang mengizinkan pengiriman minyak Rusia melalui laut hingga 16 Mei.

Adapun pemberian dispensasi oleh AS ini menjadi kedua kalinya Negeri Paman Sam mengizinkan penjualan minyak Rusia yang terkena sanksi. Lisensi sebelumnya berakhir 11 April, meski sebelumnya Menteri Keuangan Scott Bessent sempat menyatakan tidak akan memperpanjangnya.

Utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin, Kirill Dmitriev, mengatakan perpanjangan dispensasi tersebut berdampak pada sekitar 100 juta barel minyak Rusia, di luar 100 juta barel yang telah tercakup dalam lisensi sebelumnya.

Harga minyak yang lebih tinggi serta dispensasi itu disebut memberi dorongan bagi anggaran Rusia.

Badan Energi Internasional (IEA) mencatat pendapatan energi Rusia naik hampir dua kali lipat pada Maret menjadi US$19 miliar, dari US$9,75 miliar pada Februari.

(dhz/isn)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK