Trump Ultimatum Iran Manut Negosiasi: Tidak Ada Lagi Tuan Baik Hati!

CNN Indonesia
Senin, 20 Apr 2026 06:45 WIB
Presiden Donald Trump mengultimatum Iran untuk segera kooperatif di meja perundingan atau AS akan melancarkan serangan yang menghancurkan negara tersebut. (Foto: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengutarakan keluhannya terhadap Iran yang masih juga enggan melanjutkan perundingan di saat masa gencatan senjata dua pekan sejak 8 April akan segera berakhir.

Dalam keluhan terbarunya yang diunggah di Truth Social pada Minggu (19/4), Trump menyinggung langkah Iran yang sempat melepaskan tembakan di Selat Hormuz kala AS juga sedang memblokade kapal-kapal Teheran di perairan tersebut.

"Iran memutuskan melepaskan tembakan kemarin di Selat Hormuz, sebuah pelanggaran total terhadap perjanjian gencatan senjata kita! Banyak tembakan diarahkan ke kapal Prancis dan kapal kargo dari Britania Raya. Itu bukan tindakan yang baik, bukan?" ucap Trump.

"Iran baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka menutup selat itu, yang aneh, karena BLOKADE kami sebenarnya sudah lebih dulu menutupnya. Mereka membantu kami tanpa menyadarinya, dan justru merekalah yang rugi akibat jalur itu tertutup, sebesar 500 juta dolar AS per hari!" paparnya menambahkan.

Trump juga mengatakan telah mengirim perwakilan ke Islamabad, Pakistan, untuk melanjutkan perundingan dengan Iran, kala Teheran mengutarakan tak berencana menghadiri negosiasi lanjutan tersebut.

"Perwakilan saya sedang menuju Islamabad, Pakistan, mereka akan tiba besok malam untuk melakukan negosiasi. Amerika Serikat tidak kehilangan apa pun. Bahkan, banyak kapal sekarang sedang menuju AS, ke Texas, Louisiana, dan Alaska, untuk mengisi muatan, berkat IRGC yang selalu ingin tampil sebagai "jagoan"!" ujar Trump.

Trump bahkan mewanti-wanti Iran untuk bersikap kooperatif ke depannya terutama dalam upaya perundingan dengan AS. Ia mengancam akan melancarkan serangan terbaru yang menargetkan infrastruktur penting Iran jika Teheran tak kunjung menyepakati perundingan.

Trump bahkan merasa pede kali ini Iran akan menyerah dengan cepat dan maumenyepakati perundingan damai dengan AS.

"Kami menawarkan KESEPAKATAN yang sangat adil dan masuk akal, dan saya harap mereka menerimanya. Karena jika tidak, Amerika Serikat akan menghancurkan setiap pembangkit listrik dan setiap jembatan di Iran. TIDAK ADA LAGI TUAN BAIK HATI!" kata Trump.

"Mereka (Iran) akan menyerah dengan cepat, mereka akan tunduk dengan mudah. Jika mereka tidak menerima KESEPAKATAN itu, maka akan menjadi kehormatan bagi saya untuk melakukan apa yang harus dilakukan, sesuatu yang seharusnya sudah dilakukan para presiden sebelumnya terhadap Iran selama 47 tahun terakhir. SUDAH SAATNYA MESIN PEMBUNUH IRAN DIHENTIKAN!" ujarnya.

Sementara itu, Iran berencana tak menghadiri perundingan lanjutan dengan AS pada Senin (20/4), dua hari sebelum masa gencatan senjata dua pekan sejak 8 April berakhir, Rabu (22/4).

Blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran masih menjadi hambatan utama, dan isu tersebut diperkirakan semakin rumit setelah Presiden Trump pada Minggu (19/4) mengumumkan kapal perusak AS menembaki serta mengenai sebuah kapal Iran yang mencoba keluar masuk Selat Hormuz.

Dilansir AFP, lembaga penyiar pemerintah Iran, IRIB, mengutip sumber Teheran mengatakan "saat ini belum ada rencana untuk berpartisipasi dalam putaran berikutnya perundingan Iran-AS".

Kantor berita Fars News Agency dan Tasnim News Agency sebelumnya juga mengutip sumber anonim yang menyebut "suasana keseluruhan belum bisa dinilai sangat positif" terkait kelanjutan negosiasi. Sumber itu juga menambahkan pencabutan blokade AS merupakan prasyarat untuk negosiasi.

Sementara itu, kantor berita pemerintah IRNA juga menyoroti "tuntutan Washington yang tidak masuk akal dan tidak realistis" dengan menyatakan "dalam kondisi seperti ini, belum ada prospek jelas bagi negosiasi yang membuahkan hasil".

(rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK