Kim Jong Un Uji Coba Rudal Balistik Berhulu Ledak Klaster

CNN Indonesia
Senin, 20 Apr 2026 13:30 WIB
Pemimpin tertinggi Korut Kim Jong Un memantau uji coba peluncuran rudal balistik jarak pendek, Minggu (19/4) yang membawa bom tandan serta ranjau fragmentasi.
Korut uji coba rudal balistik berhulu ledak klaster. (AFP/-)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin tertinggi Korea Utara (KorutKim Jong Un memantau uji coba peluncuran rudal balistik jarak pendek pada Minggu (19/4) yang membawa bom tandan serta ranjau fragmentasi.

Media pemerintah Korut KCNA pada Senin (20/4) melaporkan uji coba tersebut melibatkan lima peluncuran rudal balistik taktis permukaan-ke-permukaan jarak pendek Hwasong-11 Ra yang telah ditingkatkan, guna mengevaluasi kekuatan dan kinerja hulu ledak baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rudal-rudal ini ditembakkan ke arah target di pulau yang berjarak sekitar 136 kilometer dari Korut. Rudal ini disebut sukses menghantam area seluas 12,5 hingga 13 hektar dengan tingkat kepadatan tinggi.

Dalam uji coba tersebut, Kim Jong Un disebut puas terhadap hasil peluncuran dengan menyatakan bahwa ini bukti nyata kerja keras bertahun-tahun para ilmuwan Korut.

Kim Jong Un lantas menyerukan para ilmuwan untuk terus mengembangkan teknologi signifikan guna memperkuat kesiapan tempur Pyongyang.

Foto yang dirilis KCNA menunjukkan bahwa Kim mengawasi peluncuran rudal bersama dengan putrinya, Kim Ju Ae, yang belakangan digadang-gadang menjadi calon penerusnya. Kim Jong Un juga ditemani dengan sejumlah pejabat militer.

Ini merupakan uji coba rudal balistik keempat bulan ini dan yang ketujuh tahun ini, seiring dengan ambisi Pyongyang menggenjot kemampuan rudal dan nuklirnya di tengah tentangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurut Korea Selatan (Korsel), peluncuran rudal ini dilakukan sekitar pukul 06.10 pagi, dengan rudal meluncur dari dekat kota Sinpo.

Istana Kepresidenan Korsel telah mendesak Korut menghentikan "provokasi" semacam itu. Menurut seorang juru bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan, ada "kehadiran yang luar biasa besar" dari para komandan unit Korut di perbatasan kedua negara selama uji coba tersebut.

Awal bulan ini, Korut menguji coba hulu ledak bom tandan baru pada rudal balistik dan senjata elektromagnetik mereka, yang menurut para analis merupakan bagian dari upaya Pyongyang unjuk gigi dalam perang modern.

Lim Eul Chul, profesor di Universitas Kyungnam, memperingatkan bahwa uji coba terbaru ini menunjukkan niat Korut untuk menyerang "dengan lebih cepat, di area yang lebih luas dan dengan daya hancur jauh lebih besar".

Ia mewanti-wanti jika rudal-rudal berhulu ledak ini dikerahkan lebih dekat ke garda depan, Korea Selatan dan pangkalan militer Korsel-Amerika Serikat akan berada dalam jangkauan serangan.

Korea Utara dan Korea Selatan hingga kini masih berperang karena Perang Korea 1950-1953 berakhir dengan perjanjian gencatan senjata, bukan perjanjian damai.

Konflik AS-Israel vs Iran yang pecah pada 28 Februari dipercaya telah memperkuat ambisi Korut untuk memasifkan pertahanan mereka.

Pada akhir Maret lalu, Kim Jong Un menegaskan bahwa status Korut sebagai negara bersenjata nuklir tidak dapat diubah dan bahwa "penangkal nuklir untuk pertahanan diri" sangat penting bagi keamanan nasional.

(blq/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]