Bikin Onar saat Gencatan, Israel Rilis Peta 'Jajah' Lebanon Selatan

CNN Indonesia
Selasa, 21 Apr 2026 09:50 WIB
Israel untuk pertama kalinya mempublikasikan peta garis penempatan pasukannya di Lebanon selatan dan menempatkan puluhan desa di bawah kendalinya.
Israel untuk pertama kalinya mempublikasikan peta garis penempatan pasukannya di Lebanon selatan dan menempatkan puluhan desa di bawah kendalinya. (Foto: Sebastian Scheiner / POOL / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Militer Israel untuk pertama kalinya mempublikasikan peta garis penempatan baru pasukannya di Lebanon selatan, wilayah yang dikuasai milisi Hizbullah, dan menempatkan puluhan desa di bawah kendalinya.

Perilisan peta ini berlangsung hanya beberapa hari setelah gencatan senjata dengan Hizbullah mulai berlaku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum ada komentar langsung dari pejabat Lebanon maupun Hizbullah yang didukung Iran. 

Membentang dari timur ke barat, garis penempatan dalam peta tersebut masuk sejauh 5 hingga 10 kilometer dari perbatasan ke wilayah Lebanon. Garis itu membentang di area yang menurut Israel akan dijadikan apa yang disebutnya sebagai zona penyangga.

Pasukan Israel telah menghancurkan desa-desa Lebanon di kawasan itu dengan alasan untuk melindungi kota-kota di utara Israel dari serangan Hizbullah.

Israel juga telah membentuk zona penyangga di Suriah dan di Jalur Gaza Palestina, wilayah yang masih diduduki Tel Aviv sejak melancarkan agresi brutal pada 2023 lalu.

"Lima divisi, bersama pasukan Angkatan Laut Israel, beroperasi secara bersamaan di selatan garis pertahanan depan di Lebanon selatan guna membongkar infrastruktur teror Hizbullah dan mencegah ancaman langsung terhadap komunitas di Israel utara," kata militer Israel dalam pernyataan yang menyertai peta itu seperti dikutip Reuters pada Minggu (20/4).

Saat ditanya apakah warga yang mengungsi akibat serangan Israel akan diizinkan kembali ke rumah mereka, militer Israel menolak berkomentar.

Saat ini, warga sipil dapat mengakses sebagian desa yang berada tepat di garis yang ditetapkan Israel atau di luarnya. Namun, otoritas Lebanon menuturkan pasukan Israel masih mencegah warga memasuki sebagian besar wilayah di selatan garis tersebut.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan rumah-rumah di perbatasan yang dimanfaatkan Hizbullah akan segera diratakan dan dihancurkan.

"Dan setiap bangunan yang mengancam tentara kami serta setiap jalan yang dicurigai dipasangi bahan peledak harus segera dihancurkan," ucap Katz.

Lebanon terseret ke dalam perang pada 2 Maret, ketika Hizbullah melancarkan serangan sebagai dukungan kepada Iran dan kemudian memicu serangan balasan dari Israel. Menurut otoritas Lebanon, serangan Israel sejak awal Maret telah menewaskan lebih dari 2.100 orang, termasuk 177 anak-anak, dan memaksa lebih dari 1,2 juta orang mengungsi.

Hizbullah belum mengungkap jumlah korban di pihak mereka. Namun, sekitar 400 milisi dilaporkan telah tewas hingga akhir Maret.

Di sisi lain, Israel mengeklaim serangan Hizbullah sejauh ini telah menewaskan dua warga sipil di wilayahnya dan 15 tentaranya tewas di Lebanon.

(rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]