Apa Arti Petrodolar yang 'Mengikat' Arab Saudi?
Istilah Petrodolar kembali mencuat di tengah perang Timur Tengah sekarang, seiring dengan kemunculan istilah Petroyuan.
Kedua istilah itu mencuat dalam kaitannya dengan perdagangan minyak dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petrodolar didefinisikan bentuk mata uang yang digunakan secara global untuk membayar minyak.
Sistem Petrodolar pada dasarnya adalah praktik global pertukaran minyak dengan dolar AS, bukan mata uang lainnya. Ini berarti bahwa negara mana pun yang membeli minyak, mereka membayar negara penghasil minyak dalam Petrodolar, yang nilainya setara dengan dolar AS.
Dan semuanya dimulai sejak AS dan Arab Saudi membuat perjanjian pada 1974.
Arab Saudi setuju untuk menjual minyak hanya dalam dolar AS. Sebagai imbalannya, AS memberikan perlindungan militer dan investasi.
Dalam buku "Kerajaan Petrodollar Arab Saudi" karya Robert Lacey disebutkan ketika Arab mulai ketiban rezeki nomplok minyak.
"Kalau saja bukan karena suatu keanehan yang terjadi pada lapisan bumi tempatnya berpijak, maka dunia Barat pastilah tak akan peduli apa yang terjadi dengan Raja Khalid," tulis Robert Lacey.
Disebutkan pula para ahli geologi menjuluki lapisan tanah Arab Saudi ini "Arab-D." Ini adalah lapisan yang kaya dengan kandungan minyak bumi yang pernah ditemukan manusia.
Inilah yang membuat negara-negara Barat terutama AS membuka banyak kerjasama ekonomi dan politik. Petrodollar kemudian berjaya.
Sistem Petrodolar didirikan pada tahun 1970-an setelah runtuhnya sistem Bretton Woods dan merupakan salah satu pengaturan moneter paling penting dalam sejarah modern.
Pada tahun 1944, perjanjian Bretton Woods menjadikan dolar AS sebagai jangkar sistem moneter global, dipatok pada emas dan mata uang lainnya dipatok pada dolar.
Kerangka kerja ini bertujuan untuk memberikan stabilitas keuangan global setelah fragmentasi ekonomi akibat Perang Dunia Kedua dan memperkuat posisi dolar sebagai mata uang cadangan dunia.
Tapi pada 1971 Presiden AS Richard Nixon meninggalkan standar emas untuk mengekang inflasi setelah bank sentral asing, yang semakin enggan memegang dolar yang nilainya terus menurun, mulai mengkonversi cadangan dolar mereka menjadi emas.
Sistem Petrodolar muncul sebagai cara alternatif untuk menjaga dolar sebagai tulang punggung transaksi internasional.
Istilah ini kemudian digunakan oleh negara-negara Timur Tengah penghasil minyak bukan hanya Arab Saudi.
(imf/bac) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]


