Ogah Dicap 'Kalah', Ini Alasan Trump Perpanjang Gencatan AS-Iran

CNN Indonesia
Rabu, 22 Apr 2026 06:25 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran pada Senin (21/4) malam beberapa jam sebelum berakhir. (Foto: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran pada Senin (21/4) malam beberapa jam sebelum berakhir.

Padahal, beberapa jam sebelumnya Trump juga melontarkan ancaman terbaru kepada Iran bahwa AS akan mengebom Teheran lagi habis-habisan jika perundingan putaran kedua yang akan berlangsung di Pakistan hari ini, Rabu (22/4), batal dan gencatan berakhir di hari yang sama.

Melalui kicauan di Truth Social pada Senin malam waktu AS, Trump mengumumkan perpanjangan masa gencatan senjata sepihak.

Trump beralasan AS mau memberikan waktu bagi para pimpinan Iran merampungkan proposal perundingan yang ia klaim sedang terpecah. Trump mengeklaim perundingan putaran dua AS-Iran tak terlaksana sesuai rencana lantaran konflik internal Iran.

Ia turut mengeklaim perpanjangan masa gencatan ini juga atas permintaan Pakistan selaku mediator.

"Berdasarkan fakta bahwa Pemerintah Iran saat ini mengalami perpecahan serius, sesuatu yang tidak mengejutkan, serta atas permintaan Marsekal Lapangan Asim Munir dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dari Pakistan, kami diminta menunda serangan terhadap Iran sampai para pemimpin dan wakil mereka dapat menyusun proposal yang terpadu," kata Trump.

Dikutip Al Jazeera, keputusan Trump ini juga muncul ketika Gedung Putih menyatakan Wakil Presiden JD Vance tidak jadi berangkat ke Pakistan. Padahal, sebelumnya, Gedung Putih telah mengonfirmasi bahwa Vance bakal bertolak ke Islamabad pada Selasa untuk memimpin delegasi AS dalam putaran kedua perundingan damai dengan Iran.

[Gambas:Video CNN]

"Perjalanan ke Pakistan tidak akan terjadi hari ini. Setiap pembaruan lebih lanjut mengenai pertemuan tatap muka akan diumumkan oleh Gedung Putih," kata seorang pejabat Gedung Putih dalam pernyataan resminya.

Lebih lanjut, Trump memastikan AS tetap menerapkan tekanan maksimal bagi Iran selama perpanjangan gencatan senjata berlangsung sampai tenggat waktu yang belum ditentukan.

Ia menuturkan AS akan tetap menerapkan blokade laut bagi Iran selama perpanjangan gencatan senjata.

"Karena itu, saya telah memerintahkan militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap serta mampu bertindak. Saya juga akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal tersebut diajukan dan pembahasan selesai, apa pun hasil akhirnya," ucap Trump.

Di sisi lain, Iran berulang kali menegaskan perundingan lanjutan tidak akan pernah terjadi sampai AS mencabut blokade laut terhadap negaranya.

Pakar kebijakan luar negeri AS, Barbara Slavin, menilai keputusan Trump memperpanjang gencatan senjata "merupakan cara untuk menutupi rasa malu karena AS sudah siap mengirim wakil presiden ke Pakistan, sementara Iran belum siap melakukannya."

Kini, menurutnya, Trump berada "jelas dalam posisi serba salah."

"Perang ini tidak berjalan seperti yang ia harapkan sejak awal, dan Iran telah menemukan daya tawar baru melalui kendalinya atas Selat Hormuz," kata Slavin kepada Al Jazeera.

Ia menambahkan, Amerika seharusnya "melepaskan tuntutan maksimalisnya" dan menawarkan kepada Iran "semacam isyarat bahwa Washington sungguh serius mencari penyelesaian."

(rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK