Iran soal Trump Perpanjang Gencatan Senjata: Ada Udang Di balik Batu

CNN Indonesia
Rabu, 22 Apr 2026 07:55 WIB
Iran menganggap keputusan mendadak Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata hanya tipu daya untuk mengelabui dan membuat Teheran lengah.
Ketua Parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf. (Foto: ICANA NEWS AGENCY / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran menganggap keputusan mendadak Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperpanjang gencatan senjata hanya beberapa jam sebelum berakhir pada Selasa (21/4) tak ada artinya.

Penasihat Ketua Parlemen Iran, Mahdi Mohammadi, bahkan menilai alasan Trump memperpanjang gencatan senjata untuk memberi waktu Teheran merampungkan proposal perundingan hanya lah bualan belaka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menganggap perpanjangan masa gencatan senjata hanya "tipu daya untuk mengulur waktu" agar AS bisa melancarkan serangan mendadak terhadap Iran.

"Selain itu, perpanjangan gencatan senjata oleh Trump jelas merupakan tipu daya untuk membeli waktu demi melancarkan serangan mendadak. Saatnya Iran mengambil inisiatif," ucap Mohammadi dalam pernyataan yang diterjemahkan dan diunggah melalui media sosialnya seperti dikutip Al Jazeera, Rabu (22/4).

Mohammadi juga menilai Trump telah kalah pertempuran lantaran Iran tak langsung manut pada ajakan AS untuk berunding begitu saja.

Ia juga menilai blokade laut hingga penyitaan kapal Iran yang dilakukan AS sama saja dengan berperang.

[Gambas:Video CNN]

"Pihak yang kalah tidak bisa mendikte syarat. Kelanjutan pengepungan tidak berbeda dengan pengeboman dan harus dibalas dengan respons militer," ujar Mohammadi menambahkan.

Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata beberapa jam sebelum berakhir pada Rabu (22/4).

Padahal, beberapa jam sebelumnya Trump juga melontarkan ancaman terbaru kepada Iran bahwa AS akan mengebom Teheran lagi habis-habisan jika perundingan putaran kedua yang akan berlangsung di Pakistan hari ini batal dan gencatan berakhir.

Trump beralasan AS mau memberikan waktu bagi para pimpinan Iran merampungkan proposal perundingan yang ia klaim sedang terpecah. Trump mengeklaim perundingan putaran dua AS-Iran tak terlaksana sesuai rencana lantaran konflik internal Iran.

Ia turut mengeklaim perpanjangan masa gencatan ini juga atas permintaan Pakistan selaku mediator.

"Berdasarkan fakta bahwa Pemerintah Iran saat ini mengalami perpecahan serius, sesuatu yang tidak mengejutkan, serta atas permintaan Marsekal Lapangan Asim Munir dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dari Pakistan, kami diminta menunda serangan terhadap Iran sampai para pemimpin dan wakil mereka dapat menyusun proposal yang terpadu," kata Trump.

Meski begitu, Trump memastikan AS tetap menerapkan tekanan maksimal bagi Iran selama perpanjangan gencatan senjata berlangsung sampai tenggat waktu yang belum ditentukan.

Ia menuturkan AS akan tetap menerapkan blokade laut bagi Iran selama perpanjangan gencatan senjata.

"Karena itu, saya telah memerintahkan militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap serta mampu bertindak. Saya juga akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal tersebut diajukan dan pembahasan selesai, apa pun hasil akhirnya," ucap Trump.

(rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]