Trump Perpanjang Gencatan sampai Israel Pasang Spanduk di RS Indonesia
Keputusan mendadak Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran memicu perhatian global pada Rabu (22/4). Sebab, keputusan itu diambil beberapa jam sebelum gencatan senjata dengan Iran berakhir tanpa berhasil menggeret Teheran ke meja perundingan putaran kedua.
Pemasangan spanduk bertuliskan "Rising Lion" oleh Israel di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza juga turut menjadi berita yang cukup disorot. Berikut kilas berita internasional kemarin:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ogah Dicap 'Kalah', Ini Alasan Trump Perpanjang Gencatan AS-Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran pada Senin (21/4) malam beberapa jam sebelum berakhir.
Padahal, beberapa jam sebelumnya Trump juga melontarkan ancaman terbaru kepada Iran bahwa AS akan mengebom Teheran lagi habis-habisan jika perundingan putaran kedua yang akan berlangsung di Pakistan hari ini, Rabu (22/4), batal dan gencatan berakhir di hari yang sama.
Trump beralasan AS mau memberikan waktu bagi para pimpinan Iran merampungkan proposal perundingan yang ia klaim sedang terpecah. Trump mengeklaim perundingan putaran dua AS-Iran tak terlaksana sesuai rencana lantaran konflik internal Iran.
Ia turut mengeklaim perpanjangan masa gencatan ini juga atas permintaan Pakistan selaku mediator.
RI Kecam Israel Pasang Spanduk Rising Lion di Reruntuhan RS Indonesia
Pemerintah Indonesia mengecam keras dan memprotes pemasangan spanduk bertuliskan "Rising Lion" oleh Israel, di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan pemasangan spanduk tersebut adalah tindakan yang provokatif.
"Penggunaan simbol dan propaganda militer di atas reruntuhan rumah sakit yang telah dihancurkan, terlebih dengan mengaitkannya pada operasi militer tertentu, merupakan tindakan yang sangat provokatif dan tidak dapat dibenarkan," demikian pernyataan Kemlu RI di X, Rabu (22/4).
Lihat Juga : |
Trump Pakai Perpanjang Gencatan Buat Tutupi Rasa Malu Ditolak Iran
Pakar kebijakan luar negeri Amerika Serikat Barbara Slavin mengomentari pernyataan Presiden Donald Trump terkait perpanjangan gencatan senjata dengan Iran.
Barbara menilai keputusan Trump mengumumkan gencatan senjata mendadak dengan Iran demi menutupi kegagalan Negeri Paman Sam memastikan Iran mau hadir dalam perundingan putaran kedua di Pakistan yang seharusnya berlangsung sebelum gencatan senjata dua pekan berakhir hari ini, Rabu (22/4).
"[Pernyataan itu adalah] cara untuk menutupi rasa malu karena AS siap mengirim wakil presiden ke Pakistan sementara Iran tidak siap melakukan hal yang sama," kata Slavin, dikutip Al Jazeera.
(rds) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]



