Trump Pecat Menteri Angkatan Laut AS Gegara Lamban saat Perang Iran

CNN Indonesia
Kamis, 23 Apr 2026 16:03 WIB
Menteri Angkatan Laut AS John Phelan. Foto: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memecat Menteri Angkatan Laut John Phelan pekan ini, gara-gara dinilai lamban selama perang AS-Israel dengan Iran. 

Pemecatan Phelan terjadi dalam perombakan besar-besaran di Pentagon, yang terjadi hanya beberapa minggu setelah Menteri Pertahanan Pete Hegseth memecat jenderal tertinggi Angkatan Darat. Pemecatan Phelan pertama kali dilaporkan oleh Reuters pada Rabu (22/4).

Pentagon mengumumkan pemecatan Phelan dalam sebuah pernyataan singkat, mengatakan bahwa ia meninggalkan pemerintahan "berlaku segera". Namun Pentagon tak memberi alasan soal pemecatan Phelan.

Menurut beberapa sumber yang mengetahui hal ini mengatakan Phelan dipecat gara-gara dianggap terlalu lambat dalam menerapkan reformasi untuk mempercepat pembangunan kapal. Selain itu dia juga diduga berselisih dengan pimpinan utama Pentagon.

Seorang sumber menyebut Phelan punya hubungan buruk dengan Hegseth, wakil Hegseth yakni Steve Feinberg, dan pejabat sipil nomor dua di Angkatan Laut AS Hung Cao.

Phelan adalah seorang miliarder yang dianggap memiliki hubungan dekat dengan Trump.

Pemecatan Phelan juga seiring dengan pergolakan di semua tingkatan kepemimpinan di Pentagon di bawah pengawasan Hegseth, termasuk pemecatan terhadap Kepal Staf Gabungan C. Q. Brown tahun lalu, serta kepala operasi angkatan laut dan wakil kepala staf Angkatan Udara.

Pada 2 April, Hegseth memecat Kepala Staf Angkatan Darat Randy George tanpa menyebutkan alasan. Dua pejabat AS mengatakan keputusan itu terkait dengan ketegangan antara Hegseth dengan Sekretaris Angkatan Darat Daniel Driscoll.

Ketegangan di Pentagon terjadi di tengah gencatan senjata dengan Iran yang kini telah diperpanjang tanpa batas waktu.

Militer AS sendiri mengandalkan aset angkatan laut untuk melakukan blokade terhadap Iran, yang diharapkan Trump akan menekan Teheran untuk menegosiasikan pengakhiran konflik dengan syarat yang dia tetapkan.

Angkatan Laut AS juga berada di bawah tekanan besar untuk memperluas armadanya. Industri pembuatan kapal China pun kini jauh lebih besar daripada AS, yang dulunya merupakan kekuatan global.

(dna/bac)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK