Trump Bakal Bangun Ballroom di Gedung Putih Demi Keamanan

CNN Indonesia
Minggu, 26 Apr 2026 11:10 WIB
Presiden AS Donald Trump berencana membangun sebuah Ballroom di Gedung Putih setelah insiden penembakan di acara White House Correspondents' Dinner. (REUTERS/Kylie Cooper)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden AS Donald Trump berencana membangun sebuah Ballroom di Gedung Putih setelah insiden penembakan di acara White House Correspondents' Dinner yang ia hadiri pada Sabtu (25/4) malam waktu setempat.

Acara tersebut digelar di Hotel Hilton Washington dan dihadiri oleh para jajaran kabinet pemerintahan Trump, termasuk Wakil Presiden JD Vance, dan Ibu Negara AS Melania.

Menurutnya, penembakan terhadap pemerintahannya tidak hanya terjadi hari ini. Oleh sebab itu, demi meningkatkan keamanan, ia menilai pembangunan ballroom sendiri di Gedung Putih pilihan paling tepat.

"Ini bukan bangunan yang terlalu aman, dan saya sebenarnya tidak ingin mengatakan ini, tapi inilah alasan kita harus memiliki semua fitur yang sedang kita rencanakan di Gedung Putih," ujarnya dalam konferensi pers, Sabtu (25/4) waktu setempat.

Ia memastikan ballroom yang dibangun nantinya akan memenuhi standar perlindungan presiden, seperti menggunakan kaca anti peluru.

"Ruangannya sebenarnya lebih besar, dan jauh lebih aman. Tahan drone, kaca antipeluru. Kita membutuhkan ballroom. Itu sebabnya Secret Service dan militer menginginkannya," imbuhnya.

Ballroom seluas 90 ribu kaki persegi atau setara 8.361 meter persegi itu tengah dibangun di atas bekas East Wing dan disebut memiliki berbagai fitur keamanan canggih. Trump menilai tambahan fasilitas ini penting untuk menyelenggarakan acara kenegaraan berskala besar.

"Mereka sudah menginginkan ballroom ini selama 150 tahun karena berbagai alasan, tapi hari ini berbeda, karena sekarang kita membutuhkan tingkat keamanan yang mungkin belum pernah ada sebelumnya," katanya.

Sementara itu, Jaksa Agung sementara Todd Blanche menyatakan bahwa tersangka penembakan dalam acara tersebut kemungkinan akan segera didakwa.

"Dakwaannya seharusnya sudah jelas, melihat tindakan yang dilakukan. Akan ada beberapa dakwaan terkait penembakan ini, kepemilikan senjata api, dan hal lain yang bisa kita kenakan," tegasnya dalam konferensi pers.

Presiden Donald Trump sebelumnya dievakuasi dari acara White House Correspondents' Dinner setelah rentetan suara penembakan terjadi di acara tersebut.

Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial beberapa saat setelah insiden, terdengar suara tembakan dari arah luar ruangan. Seiring dengan suara tersebut, para pengawal langsung bergerak melindungi Trump yang ada di podium.

Setelah sempat berdiskusi dan suara letusan tetap terdengar, Trump kemudian terlihat diungsikan oleh Secret Service ke belakang panggung.

Trump kemudian mengatakan di media sosial bahwa pelaku penembakan telah ditangkap dan dirinya, Melania Trump, dan para jajaran kabinet yang menghadiri acara tersebut juga dalam kondisi baik.

"Sungguh malam yang luar biasa di D.C. Secret Service and Law Enforcement melakukan pekerjaan yang fantastis. Mereka bertindak cepat dan berani," kata Trump dalam unggahannya.

"Pelaku penembakan telah ditangkap, dan saya telah merekomendasikan agar kita "MEMBIARKAN ACARA BERLANJUT", tetapi akan sepenuhnya mengikuti arahan petugas. Mereka akan segera mengambil keputusan. Terlepas dari keputusan itu, malam ini akan jauh berbeda dari yang direncanakan, dan kita harus mengulanginya lagi."

(lyd/end)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK