Trump Sebut Iran Bisa Telepon AS Buat Negosiasi Setop Perang

CNN Indonesia
Senin, 27 Apr 2026 12:14 WIB
Trump sebut Iran bisa telepon AS kapan saja untuk bahas negosiasi damai guna membahas akhir perang.
Trump sebut Iran bisa telepon ke AS kapan saja buat bahas negosiasi damai. Foto: REUTERS/Nathan Howard
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Donald Trump mengatakan Iran bisa menghubungi Amerika Serikat via telepon untuk membahas negosiasi damai lanjutan demi mengakhiri perang.

Trump menyampaikan hal tersebut saat wawancara dengan media Fox News dalam program Sunday Briefing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika mereka ingin berbicara, mereka bisa datang kepada kami, atau mereka bisa menelepon kami. Anda tahu, ada telepon. Kami punya saluran telepon yang bagus dan aman," kata Trump, diikuti Reuters, Minggu (26/4).

Trump lalu menegaskan tuntutan AS yang ingin Iran menghentikan seluruh program nuklir. Namun desakan ini ditolak Teheran.

"Mereka tahu apa yang harus ada dalam perjanjian. Sangat sederhana: mereka tak boleh punya senjata nuklir, jika tidak, tidak ada alasan untuk bertemu," kata dia.

AS dan Iran seharusnya menggelar negosiasi putaran kedua pekan lalu sebelum masa gencatan senjata pertama habis. Gencatan dua pekan itu berlangsung pada 7 hingga 22 April.

Setelah masa gencatan habis, atas permintaan Pakistan selaku mediator, AS mengumumkan perpanjangan gencatan senjata tanpa memberi tahu berapa lama atau kapan dimulai.

Delegasi AS beberapa kali nyaris berangkat ke Pakistan yang menjadi pihak mediator. Namun, mereka akhirnya batal terbang ke negara Asia ini.

Iran juga dengan tegas menolak negosiasi yang berlangsung di bawah tekanan atau ancaman. Menurut mereka, pihak yang terlibat harus bicara setara dan merasa aman.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi berkunjung ke tiga negara sekaligus, Pakistan, Oman dan Rusia.

"Memulai kunjungan di waktu yang tepat ke Islamabad, Muscat, dan Moskow," kata dia di X.

Araghchi juga berujar, "Tujuan kunjungan saya adalah untuk berkoordinasi erat dengan mitra kami mengenai masalah bilateral dan berkonsultasi tentang perkembangan regional."

(isa/dna) Add as a preferred
source on Google