Israel Serang Lebanon Lagi saat Gencatan, Beirut Marah ke Hizbullah

bac | CNN Indonesia
Senin, 27 Apr 2026 19:03 WIB
Israel kembali serang Lebanon selatan saat gencatan senjata. (Jalaa MAREY / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pasukan Israel kembali melancarkan serangan lagi ke wilayah Bekaa, di Lebanon, di tengah gencatan senjata antara Beirut dengan Tel Aviv.

Presiden Lebanon JosephAoun langsung menyampaikan kemarahannya terhadap Hizbullah yang dianggapnya keras kepala menolak damai dengan Israel.

Pernyataan Aoun itu juga menanggapi pernyataan dari para pemimpin milisi proksi Iran tersebut yang menolak mengakui negosiasi antara Israel dan pemerintah Lebanon.

"Tujuan saya adalah untuk mengakhiri perang dengan Israel, serupa dengan perjanjian gencatan senjata tahun 1949. Saya jamin bahwa saya tidak akan menerima kesepakatan yang memalukan," kata Aoun dalam sebuah pernyataannya, dikutip dari AFP.

"Mereka yang menyeret kami ke dalam perang di Lebanon sekarang meminta pertanggungjawaban kami karena kita telah memutuskan untuk bernegosiasi. Apa yang kami lakukan bukanlah pengkhianatan. Sebaliknya, pengkhianatan dilakukan oleh mereka yang membawa negara mereka ke dalam perang untuk mencapai kepentingan asing," ia menambahkan.

Pasukan militer Israel (IDF) sebelumnya mengumumkan telah melancarkan serangan udara ke wilayah Lebanon di Bekaa untuk menargetkan markas Hizbullah.

"IDF telah mulai menyerang lokasi infrastruktur Hizbullah di lembah Bekaa dan di daerah-daerah lain di seluruh Lebanon selatan," demikian pernyataan singkat yang diunggah di media sosial.

Serangan dilakukan IDF setelah pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menolak negosiasi antara Lebanon dan Israel di Amerika Serikat. Ia mencap negosiasi itu sebagai "dosa besar" yang bakal semakin menggoyang stabilitas Lebanon.

"Kami secara tegas menolak negosiasi langsung dengan Israel, dan mereka yang berkuasa harus tahu bahwa tindakan mereka tidak akan menguntungkan Lebanon atau diri mereka sendiri," kata Qassem dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh saluran Al-Manar milik kelompok tersebut.



KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK