Israel Culik Kru Kapal Flotilla Berlayar ke Gaza, PM Malaysia Murka

CNN Indonesia
Kamis, 30 Apr 2026 20:05 WIB
Israel kembali mencegat kapal-kapal bantuan kemanusiaan Jalur Gaza Palestina, Global Sumud Flotilla (GSF), dan menculik para aktivisnya, termasuk warga Malaysia
Israel kembali mencegat kapal-kapal bantuan kemanusiaan Jalur Gaza Palestina, Global Sumud Flotilla (GSF), dan menculik para aktivisnya, termasuk warga Malaysia. (Foto: REUTERS/Chalinee Thirasupa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pasukan Israel kembali mencegat kapal-kapal yang mengangkut bantuan kemanusiaan untuk Jalur Gaza Palestina, Global Sumud Flotilla (GSF), dan menculik para aktivis di dalamnya.

Dalam rilis resmi, GSF menyebut Israel menyulik warga sipil dan melakukan tindakan berbahaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tindakan Israel menandai eskalasi yang berbahaya dan belum pernah terjadi sebelumnya, penculikan warga sipil di tengah Laut Mediterania, lebih dari 600 mil (sekitar 1.000 km) dari Gaza, di hadapan seluruh dunia," demikian rilis GSF, dikutip NPR.

Kapal bantuan kemanusiaan GSF kali ini berangkat dari Barcelona. Di situs resmi mereka, terdapat 65 kapal yang berpartisipasi dan diikuti ratusan orang dari 70 negara termasuk Indonesia dan Malaysia.

Menurut pelacak kapal yang dipublikasikan di situs web GSF, 28 kapal sudah dicegat di perairan internasional di sebelah barat Kreta, sisanya masih berlayar hingga Kamis sore.

Israel sementara itu tak membantah mereka membawa para penumpang kapal.

Kementerian Luar Negeri Israel dalam pernyataan resmi menyebut pasukan telah membawa sekitar 175 aktivis dari sekitar 20 kapal yang berpartisipasi dalam armada ke Israel.

Penculikan itu termasuk sejumlah warga Malaysia yang mengikuti misi kemanusiaan ini.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim murka dan mengecam aksi Israel.

"Saya mengutuk tindakan keji rezim Zionis Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional," kata Anwar di X.

Dia menekankan aksi Israel melanggar hukum laut dan nilai-nilai kemanusiaan secara universal. Anwar juga meminta semua pihak bertindak secepat mungkin untuk memastikan keamanan warga Malaysia yang diculik.

"Malaysia mendesak agar semua pihak bertindak segera dan memastikan tak ada kekerasan terhadap semua para aktivis, termasuk 10 rakyat Malaysia yang kini ditahan dan putus komunikasi," jelas Anwar.

"Keselamatan mereka harus dijamin tanpa kompromi."

(isa/rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]