Pemimpin Tertinggi Iran Sindir Arab CS Jadi 'Pangkalan Boneka' AS

CNN Indonesia
Kamis, 30 Apr 2026 20:40 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyindir negara-negara Arab yang menampung situs militer Amerika Serikat sebagai 'pangkalan-pangkalan boneka Amerika'. (Foto: via REUTERS/Majid Asgaripour)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyindir negara-negara Arab yang menampung situs militer Amerika Serikat sebagai 'pangkalan-pangkalan boneka Amerika'.

Hal itu ia ungkapkan melalui pernyataan terbarunya yang dibacakan melalui stasiun televisi Iran, Kamis (30/4).

Dalam pernyataannya, Mojtaba Khamenei menyalahkan kehadiran militer AS di Timur Tengah sebagai penyebab ketidakamanan kawasan.

Menurutnya, ini bisa terlihat jelas terutama setelah serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan AS-Israel itu dibalas Teheran dengan menargetkan pangkalan-pangkalan dan aset militer AS lainnya di kawasan.

"Telah terbukti ... kehadiran pihak asing Amerika dan keberadaan mereka di wilayah Teluk Persia merupakan faktor paling utama penyebab ketidakamanan di kawasan," ujar Mojtaba Khamenei seperti dikutip Al Jazeera.

"Pangkalan-pangkalan boneka Amerika bahkan tidak memiliki kekuatan dan kapasitas untuk menjamin keamanan mereka sendiri, apalagi memberi harapan bahwa Amerika dapat menyediakan keamanan bagi pihak-pihak yang bergantung padanya serta mereka yang pro-Amerika di kawasan," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

Khamenei juga menegaskan Teheran akan mengamankan kawasan Teluk Persia serta mengakhiri apa yang ia sebut sebagai "penyalahgunaan jalur perairan oleh pihak musuh."

Khamenei menambahkan bahwa pengelolaan baru Selat Hormuz akan membawa ketenangan, kemajuan, dan manfaat ekonomi bagi seluruh negara di kawasan Teluk Persia.

Khamenei diangkat sebagai pemimpin tertinggi menggantikan mendiang sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas digempur AS-Israel pada 28 Februari. Namun, sejak itu ia belum juga muncul secara langsung ke publik.

Selama ini, Khamenei hanya mengeluarkan pernyataannya melalui media sosial atau pernyataan tertulis yang dibacakan oleh lembaga penyiaran pemerintah Iran.

Hal itu memicu banyak pertanyaan terkait keberadaan Khamenei, yang intelijen AS sempat yakini dalam keadaan kritis.

(rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK