Israel Seenaknya Cegat Kapal Flotilla ke Gaza, Italia dan Jerman Geram

CNN Indonesia
Jumat, 01 Mei 2026 19:15 WIB
Kecaman ini muncul setelah pasukan angkatan laut Israel mencegat armada kapal bantuan kemanusiaan (flotilla) yang sedang menuju Gaza di perairan internasional.
Kapal Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan ke Gaza. (AFP/FETHI BELAID)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Jerman dan Italia melayangkan teguran keras kepada Israel untuk menghormati hukum internasional dan menahan diri dari "tindakan tidak bertanggung jawab".

Kecaman ini muncul setelah pasukan angkatan laut Israel mencegat armada kapal bantuan kemanusiaan (flotilla) yang sedang menuju Gaza di perairan internasional.

"Italia dan Jerman mengikuti dengan keprihatinan besar perkembangan terkait Global Sumud Flotilla, yang disita tadi malam di perairan internasional di lepas pantai Yunani," demikian bunyi pernyataan bersama yang dirilis Berlin dan Roma pada Kamis (30/4), seperti dilansir Anadolu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pernyataan tersebut, Jerman dan Italia mengingatkan Israel akan kewajibannya di bawah hukum internasional.

"Kami menyerukan penghormatan penuh terhadap hukum internasional yang berlaku dan menahan diri dari tindakan tidak bertanggung jawab," bunyi pernyataan Jerman dan Italia.

"Prioritas utama kami adalah menjamin keamanan warga negara kami, sejalan dengan hukum internasional kemanusiaan," tegas pernyataan tersebut.

Jerman dan Italia juga menegaskan kembali dukungan mereka terhadap upaya komunitas internasional dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza sesuai dengan standar hukum yang berlaku.

Kementerian Luar Negeri Israel mengonfirmasi bahwa pasukannya telah mencegat dan menyita lebih dari 20 kapal dari Global Sumud Flotilla.

Insiden ini terjadi di Laut Mediterania, dekat Pulau Kreta, Yunani, lokasi yang berjarak ratusan mil laut (lebih dari 1.000 kilometer) dari daratan Israel. Sekitar 175 aktivis yang berada di atas kapal dilaporkan telah ditahan oleh pihak Israel.

Flotilla tersebut membawa bantuan kemanusiaan dan berangkat dua minggu lalu dari Sisilia, Italia. Awalnya, terdapat total 58 kapal yang bertujuan untuk menembus blokade panjang Israel atas Gaza.

Israel telah menerapkan blokade ketat terhadap Jalur Gaza sejak tahun 2007, yang menempatkan sekitar 2,4 juta penduduk wilayah tersebut di ambang kelaparan.

Krisis ini semakin memburuk setelah tentara Israel meluncurkan serangan brutal selama dua tahun terakhir sejak Oktober 2023. Hingga kini, konflik tersebut telah menelan lebih dari 72.000 korban jiwa, melukai lebih dari 172.000 orang, dan menyebabkan kehancuran masif di seluruh wilayah Gaza.

(wiw) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]