Seperti Apa Kartel Sinaloa yang Dikaitkan dengan Gubernur di Meksiko?

CNN Indonesia
Selasa, 05 Mei 2026 08:45 WIB
Gubernur di Meksiko memutuskan mengundurkan diri dari jabatan usai didakwa terlibat kasus perdagangan narkoba kartel Sinaloa.
Kartel Sinaloa disebut gembong narkoba terkuat di belahan bumi barat. Foto: AFP/HANDOUT
Jakarta, CNN Indonesia --

Kasus keterkaitan pejabat publik dengan kartel narkoba di Amerika Selatan kembali mencuat. Gubernur negara bagian Sinaloa, Meksiko, Ruben Rocha Moya, memutuskan mundur sementara dari jabatannya setelah didakwa dalam kasus perdagangan narkoba oleh otoritas AS.

Mengutip CNN, keputusan tersebut disampaikan Rocha pada Jumat (1/5), beberapa hari setelah dakwaan resmi terhadap dirinya dan sembilan pejabat tinggi Meksiko lainnya dibuka di pengadilan AS.

Rocha, yang menjabat sejak 2021, dituduh membantu faksi kartel narkoba yang dipimpin oleh kelompok "Los Chapitos", yakni anak-anak dari gembong narkoba Joaquin "El Chapo" Guzman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Parlemen lokal kemudian menyetujui permintaan cuti Rocha dan menunjuk Sekretaris Pemerintahan Sinaloa, Yeraldine Bonilla Valverde, sebagai gubernur sementara. Dalam dakwaan tersebut, jaksa di New York menyebut Rocha diduga bertemu dengan kelompok Chapitos sebelum pemilu dan menjanjikan dukungan jika terpilih.

Ia juga dituding akan menempatkan pejabat yang bersimpati terhadap operasi kartel. Selain itu, kartel disebut mencuri kotak suara serta menculik atau mengintimidasi lawan politik guna memastikan kemenangan Rocha.

Melalui pesan video, Rocha membantah seluruh tuduhan tersebut dan menegaskan pengunduran dirinya bertujuan mendukung proses hukum. "Permintaan saya untuk mundur sementara bertujuan memfasilitasi tindakan otoritas Meksiko dalam penyelidikan ini," ujarnya.

Terkuat di Belahan Bumi Barat

"Kartel Sinaloa, yang dianggap sebagai organisasi perdagangan narkoba terbesar dan terkuat di Belahan Bumi Barat, adalah jaringan beberapa gembong narkoba terpenting di Meksiko," tulis laman insightcrime.org.

Para anggotanya bekerja sama untuk melindungi diri mereka sendiri. Banyak faksi di dalamnya menjalin koneksi di tingkat tertinggi kepolisian federal dan militer Meksiko, dan telah menyuap anggota kedua lembaga tersebut untuk mempertahankan keunggulan atas organisasi saingan.

Kelompok ini terutama terlibat dalam perdagangan internasional fentanyl, metamfetamin, kokain, mariyuana, dan heroin, sebagian besar ke Amerika Serikat. Beberapa faksi juga terlibat dalam perdagangan narkoba skala kecil dan memungut pajak dari jaringan kriminal lainnya, termasuk penyelundup manusia.

Sejarah Kartel Sinaloa dimulai di negara bagian Sinaloa, yang sejak lama menjadi pusat budidaya ganja dan opium, serta penyelundupan mariyuana dan heroin di Meksiko.

Banyak organisasi perdagangan narkoba di negara itu berasal dari wilayah tersebut sebagai kelompok kecil petani sederhana yang tinggal di daerah pedesaan negara bagian itu.

Pada tahun 1960-an dan 1970-an, keluarga-keluarga tersebut terjun ke perdagangan narkoba, khususnya mariyuana.

Salah satu yang pertama kali memperdagangkan mariyuana dalam jumlah besar adalah Pedro Avilés, yang kemudian mengajak teman anaknya, Joaquín Guzmán Loera, alias "El Chapo" untuk bergabung dalam bisnis tersebut. Avilés tewas pada tahun 1978 dalam baku tembak dengan polisi.

Pada akhir tahun 1970-an, keluarga-keluarga tersebut mendiversifikasi aktivitas mereka. Mereka mulai mengangkut kokain untuk para penyelundup Kolombia dan Amerika Tengah dan mengalihkan aktivitas mereka ke Guadalajara, ibu kota negara bagian Jalisco. Di antara para pemimpin mereka adalah Rafael Caro Quintero, Miguel Ángel Félix Gallardo, dan Ernesto Fonseca Carrillo.

Dengan bantuan seorang pengedar narkoba asal Honduras bernama Juan Ramón Matta Ballesteros, orang-orang tersebut mulai bekerja sama dengan Kartel Medellín Kolombia.

Matta Ballesteros tinggal paruh waktu di Kolombia, di mana ia beroperasi sebagai perantara utama antara pengedar narkoba Kolombia dan Meksiko, yang menetapkan pola perdagangan narkoba yang masih ada hingga saat ini: pergerakan pengiriman kokain melalui udara dan laut ke Amerika Tengah dan Meksiko, kemudian melalui jalur darat ke Amerika Serikat.

Keberanian para penyelundup narkoba Meksiko menjadi jelas pada tahun 1985 ketika mereka membunuh Enrique Camarena, seorang agen rahasia Badan Penegakan Narkoba AS (DEA). Kematian Camarena menandai awal dari akhir bagi Kartel Guadalajara.

Tekanan dari AS memaksa pihak berwenang Meksiko untuk bertindak, dan para pemimpinnya melarikan diri dari negara tersebut. Faksi-faksi yang tersisa mendirikan basis di berbagai bagian Meksiko.

Saudara-saudara Arellano Félix mendirikan basis operasi mereka di Tijuana. Keluarga Carrillo Fuentes pindah ke Ciudad Juárez. El Chapo dan rekannya, Héctor Luis Palma Salazar, tetap berada di wilayah Sinaloa.

Selama periode ini, Kartel Sinaloa menjalin aliansi dengan keluarga Valencia di Michoacán, yang membentuk organisasi yang dikenal sebagai Kartel Milenio.

Kolaborasi ini tidak hanya memungkinkan mereka untuk terus memegang kekuasaan atas saingan mereka, tetapi juga untuk mendapatkan akses ke pelabuhan-pelabuhan utama di Pasifik dan menerima bahan kimia prekursor dari China untuk memasuki bisnis metamfetamin yang menguntungkan.

Lanjut ke sebelah...

Add as a preferred
source on Google
Kartel Sinaloa Tak Punya Pemimpin Tunggal BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2