Trump Tagih Korsel Bantu Hadapi Iran di Selat Hormuz, AS Kewalahan?

CNN Indonesia
Selasa, 05 Mei 2026 09:15 WIB
Presiden Donald Trump menuntut Korsel berbuat lebih banyak membantu menangani situasi di Selat Hormuz yang masih diblokade Iran sejak perang dengan AS pecah.
Presiden Donald Trump menuntut Korsel berbuat lebih banyak membantu menangani situasi di Selat Hormuz yang masih diblokade Iran sejak perang dengan AS pecah. (Foto: AFP/GAVRIIL GRIGOROV)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Donald Trump menuntut Korea Selatan agar berbuat lebih banyak membantu menangani situasi di Selat Hormuz yang masih diblokade Iran sejak perang dengan Amerika Serikat pecah pada 28 Februari.

Trump menuturkan Iran telah "melakukan beberapa serangan" terhadap beberapa kapal di Selat Hormuz yang menimbulkan kerusakan terbatas, termasuk kapal Korsel yang baru-baru ini kena serang di perairan itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu, Trump mendesak Seoul perlu bergabung dengan kubu AS dalam konflik ini.

"Iran telah melakukan beberapa serangan terhadap negara-negara yang tidak terkait sehubungan dengan pergerakan kapal, PROJECT FREEDOM, termasuk sebuah kapal kargo Korea Selatan. Mungkin sudah saatnya Korea Selatan ikut bergabung dalam misi ini!" tulis Trump dalam unggahan di Truth Social pada Senin (4/5).

"Selain kapal Korea Selatan tersebut, hingga saat ini tidak ada kerusakan yang terjadi di Selat itu," lanjutnya seperti dikutip AFP.

Trump juga menyatakan bahwa pasukan AS telah "menembak jatuh" tujuh kapal militer kecil milik Iran.

Seorang laksamana AS sebelumnya mengatakan enam kapal semacam itu dihancurkan, namun Teheran membantah adanya kapal yang ditenggelamkan.

Eskalasi terbaru di Selat Hormuz antara Iran dan AS ini semakin menempatkan gencatan senjata antara kedua negara sejak 8 April lalu di ujung tanduk.

Trump bahkan menolak menjawab apakah gencatan senjata antara AS-Iran masih berlaku setelah ketegangan terbaru di Selat Hormuz ini.

Ditekan host radio Hugh Hewitt soal apakah gencatan senjata dengan Iran sudah berakhir, Trump tak menjawab secara gamblang.

"Saya tidak bisa memberi tahu Anda soal itu," kata Trump seperti dikutip CNN.

"Anda akan, jika saya menjawab pertanyaan itu, Anda akan pria ini tidak cukup pintar untuk menjadi seorang presiden," ujar Trump.

(rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]