Presiden Taiwan 'Bela Diri' usai ke Afrika: Hak Dasar Setiap Negara

CNN Indonesia
Selasa, 05 Mei 2026 16:00 WIB
Presiden Lai Chine Te menegaskan Taiwan berhak berinteraksi dengan negara-negara di dunia.
Presiden Taiwan Lai Ching Te. Foto: AFP/WALID BERRAZEG
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Lai Ching Te menegaskan Taiwan berhak berinteraksi dengan negara-negara di dunia. Hal ini dilontarkan Lai setelah menyelesaikan kunjungannya ke Eswatini, Afrika. 

Lai tiba di Taiwan menggunakan pesawat raja Eswatini pada Selasa (5/5). Dia juga berangkat menggunakan pesawat yang sama.

"Rakyat Taiwan adalah warga dunia; rakyat Taiwan berhak untuk berinteraksi dengan dunia," kata Lai, dikutip AFP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tak akan mundur karena penindasan," imbuhnya. 

Lai juga menekankan bahwa kunjungan timbal balik antar kepala negara seharusnya jadi hal biasa, seperti saat berkunjung ke teman.

"Dan merupakan hak dasar setiap negara," ucap dia.

Lai berkunjung ke Eswatini pada 2 Mei untuk memperkuat kerja sama kedua pihak itu. Negara tersebut adalah satu-satunya negara di Afrika yang mengakui secara resmi Taiwan.

Presiden Taiwan itu mulanya dijadwalkan ke Eswatini pada 22 hingga 26 April dalam rangka memperingati ulang tahun kenaikan takhta Raja Mswati III dan ulang tahun dia ke-58. Namun, karena berbagai hal kunjungan itu tertunda dan hanya diwakili Menteri Luar Negeri Taiwan Lin Chia Lung.

Menanggapi kunjungan Lai ke negara di Afrika itu, Kementerian Luar Negeri China menuduh Presiden Taiwan ini melakukan sandiwara pelarian "ala penumpang gelap" dan jadi bahan tertawaan komunitas internasional.

China kerap murka dengan kunjungan pejabat Taiwan ke luar negeri, atau pejabat asing ke pulau tersebut. Pemerintahan yang berbasis di Beijing menilai lawatan semacam itu merupakan dukungan untuk Taiwan melepas diri dari China.

China berulang kali menegaskan tak akan membiarkan Taiwan lepas dan akan menggunakan segala cara termasuk paksaan jika perlu untuk mempertahankan pulau tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, Taiwan menunjukkan usaha keras untuk memisahkan diri dari China termasuk kunjungan ke Eswatini.

(isa/dna) Add as a preferred
source on Google