8 Kapal Tanker Lolos Blokade di Selat Hormuz, Ada Menuju Tetangga RI

tim | CNN Indonesia
Selasa, 12 Mei 2026 09:35 WIB
Sejumlah kapal tanker berhasil lolos melewati rute Selat Hormuz yang ditutup imbas operasi brutal AS dan Israel ke Iran pada akhir Februari.
Sejumlah kapal tanker berhasil lolos melewati rute Selat Hormuz yang ditutup imbas operasi brutal AS dan Israel ke Iran pada akhir Februari. (Foto: AFP/-)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah kapal tanker berhasil lolos melewati rute perdagangan Selat Hormuz yang ditutup imbas operasi brutal Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada akhir Februari.

Media NBS News pada Senin (11/5) melaporkan empat kapal tanker berhasil melewati Selat Hormuz. Selain itu, dua kapal pengangkut dan dua kapal lain juga bisa melintasi perairan ini sehingga total kapal yang melintas di hari itu ada delapan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

NBS menggarisbawahi kemungkinan jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz lebih tinggi dibanding data mereka. Beberapa kapal memanipulasi pelacak GPS mereka selama melintas.

Sementara itu, data dari Kpler dan London Stock Exchange Group pada Senin menyebut tiga kapal tanker minyak mentah meninggalkan Selat Hormuz minggu lalu dan pada Minggu. Kapal-kapal ini menonaktifkan perangkat pelacak untuk menghindari serangan Iran, demikian dikutip Jordan News.

Menurut data itu, dua kapal tanker Agios Fanourios 1 dan Chiara M yang membawa dua juta barel minyak Irak melintasi Selat Hormuz pada Minggu dan Basrah Energy melewati selat itu pada pekan lalu.

Agios menuju Vietnam untuk membongkar muatan di kompleks Kilang dan Petrokimia Nghi Son pada 26 Mei. Sementara itu, Chiara melewati Hormuz pada Minggu dengan mematikan transponden.

Basrah Energy memuat dua juta barel minyak mentah dan meninggalkan Selat Hormuz pada 6 Mei. Menurut data, kapal berbendera Panama ini membongkar muatannya di terminal tanker minyak di Fujairah pada 8 Mei.

Namun, masih belum jelas perusahaan mana yang menyewa kapal tersebut, yang dimiliki dan dikelola oleh Sinokor Merchant Marine.

Selat Hormuz memicu kekhawatiran usai ditutup Iran imbas serangan brutal Amerika Serikat dan Israel ke negara Timur Tengah ini pada 28 Februari.

Sebaga balasan, Iran meluncurkan serangan ke Israel dan aset militer AS di negara Teluk. Mereka juga menutup Hormuz untuk menekan kedua negara tersebut.

(rds/rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]