Israel Paksa Warga Palestina Bongkar Makam Keluarga di Tepi Barat
Warga Israel meminta paksa warga Palestina di Tepi Barat untuk membongkar paksa makam keluarga mereka.
Pembongkaran itu diminta dengan alasan terlalu dekat dengan permukiman Israel di Sa-Nur yang baru didirikan kembali.
Middle East Eye (MEE) melaporkan warga Israel ramai-ramai mendesak keluarga Hussein Asasa membongkar makam mendiang, beberapa saat setelah jenazah dikuburkan.
Desakan itu disampaikan setelah keluarga protes melihat warga Israel menggali kuburan Asasa.
Mulanya, sejumlah warga Israel kedapatan menggali makam sehingga memicu konfrontasi dengan warga Palestina di area. Padahal, warga Palestina telah mendapat izin dari otoritas Israel untuk menguburkan jenazah keluarga mereka di sana.
Melihat bentrokan ini, militer Israel bukannya melerai tapi justru mendesak warga Palestina membongkar makam keluarga mereka sendiri.
Militer Negeri Zionis meminta agar makam dipindahkan ke tempat lain yang berada jauh dari Sa-Nur dan di bawah pengawasan militer.
Kepala Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa Ajith Sunghay mengecam aksi pembongkaran makam ini.
"Ini mengerikan dan merupakan lambang dehumanisasi warga Palestina yang kita saksikan terjadi di seluruh wilayah pendudukan Palestina," kata Sunghay.
"Tidak ada yang luput dari perlakuan ini, baik yang hidup maupun yang telah meninggal," lanjutnya.
Kekerasan terhadap warga Palestina telah terjadi sejak Israel menduduki Tepi Barat. Namun, aksi ini meningkat setelah agresi Israel di Jalur Gaza diluncurkan pada 2023.
Lihat Juga : |
Para pemukim Israel di Tepi Barat nyaris setiap hari melakukan kekerasan terhadap warga Palestina. Kekerasan ini termasuk vandalisme, pembakaran, pengusiran paksa, penyerangan fisik, hingga terkadang melibatkan senjata api.
Bulan lalu, sejumlah pemukim Israel menembak mati dua warga Palestina, salah satunya remaja, dalam serangan di sebuah sekolah di timur laut Ramallah.
Menurut Komisi Penanggulangan Kolonisasi dan Perlawanan Tembok Otoritas Palestina, sedikitnya 50 warga Palestina tewas dibunuh warga Israel sejak Oktober 2023.
(blq/bac)