Jelang Temu Xi, Trump Sesumbar Tak Butuh Bantuan China soal Iran

CNN Indonesia
Kamis, 14 Mei 2026 09:38 WIB
Presiden Donald Trump menyatakan AS tidak membutuhkan bantuan China untuk mengakhiri perang dengan Iran jelang kunjungannya ke Beijing untuk bertemu Xi Jinping. (Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat tidak membutuhkan bantuan China untuk mengakhiri perang dengan Iran, terutama untuk mengurangi kendali Teheran atas Selat Hormuz.

Perang AS dan Iran menjadi salah satu topik pembahasan antara Trump dan Presiden Xi Jinping di Beijing. Namun, Trump mengecilkan potensi peran Beijing untuk membantu mengakhiri perang yang telah menghambat jalur pasokan minyak global di Selat Hormuz.

"Saya rasa kami tidak membutuhkan bantuan apa pun terkait Iran. Kami akan menang dengan satu atau lain cara, secara damai ataupun tidak," kata Trump kepada wartawan di Washington sebelum berangkat ke China pada Rabu (13/5) seperti dilansir Al Jazeera.

Trump dijadwalkan bertemu Xi Jinping di Beijing pada Kamis (14/5) untuk membahas sejumlah isu sensitif mulai dari perang Iran, perang dagang, hingga Taiwan.

Pertemuan digelar di Great Hall of the People, gedung kenegaraan megah di Beijing yang akan menjadi lokasi penyambutan resmi Trump oleh pemerintah China.

Kedua pemimpin juga dijadwalkan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan sebelum Trump melanjutkan agenda kunjungan ke Temple of Heaven, situs bersejarah peninggalan kekaisaran China.

Melansir AFP, Trump tiba di Beijing pada Rabu (13/5) malam menggunakan Air Force One untuk menjalani kunjungan selama dua hari. Ia didampingi sejumlah petinggi perusahaan besar AS, termasuk CEO Nvidia Jensen Huang dan CEO Tesla Elon Musk.

Kedatangan Trump disambut karpet merah dan barisan ratusan pelajar China yang membawa bendera kecil AS dan China sambil meneriakkan ucapan selamat datang.

Pertemuan Trump dan Xi menjadi sorotan karena berlangsung di tengah hubungan Washington dan Beijing yang masih dipenuhi ketegangan, terutama setelah perang dagang kembali memanas dalam beberapa tahun terakhir.

Trump sebelumnya sempat mengunjungi China pada 2017. Namun setelah itu, ia memberlakukan berbagai tarif dan pembatasan terhadap produk asal China.

Ketegangan dagang kembali meningkat usai Trump kembali ke Gedung Putih tahun lalu, sebelum kedua negara menyepakati gencatan sementara tarif pada Oktober 2025.

Trump mengatakan dirinya berharap memiliki hubungan personal yang baik dengan Xi Jinping. Ia bahkan menyebut berharap mendapat "pelukan besar" dari pemimpin China tersebut.

Dalam perjalanan menuju Beijing, Trump juga menyatakan akan mendorong China membuka akses lebih luas bagi perusahaan-perusahaan asal Negeri Paman Sam.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China menyatakan Beijing menyambut kunjungan Trump dan siap memperluas kerja sama sambil mengelola perbedaan dengan Washington.

Selain isu perdagangan, perang Iran diperkirakan menjadi salah satu topik utama dalam pembicaraan kedua pemimpin. Konflik di Timur Tengah sebelumnya membuat agenda kunjungan Trump ke China sempat tertunda sejak Maret lalu.

(rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK