Sekjen Ungkap Konsep NATO 3.0, AS Jadi Pendukung Kekuatan Nuklir

CNN Indonesia
Kamis, 14 Mei 2026 18:40 WIB
Sekjen NATO Mark Rutte. (AFP/JOHN THYS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte memperkenalkan konsep 'NATO 3.0', di mana sekutu Amerika Serikat (AS) di Eropa dalam kerjasama transatlantik itu mengambil tanggung jawab yang lebih besar atas pertahanan konvensional mereka sendiri.

Hal itu disampaikan Rutte usai pertemuan tingkat tinggi Bucharest Nine (B9) di Bucharest, Rumania, Rabu (13/5). 

Rutte mengatakan aliansi itu tetap bertumpu pada kerja sama dengan AS.

Negara Paman Sam, sambung Rutte, tetap terus memberikan dukungan pertahanan nuklir dan konvensional.

"Kita tidak boleh lengah. Kita akan selalu melakukan apa yang diperlukan untuk mempertahankan setiap inci wilayah NATO," kata Rutte dikutip dari Anadolu.

Pihaknya juga menyoroti penguatan langkah pencegahan dan pertahanan di sayap timur NATO serta kawasan Arktik.

NATO 3.0, kata Rutte, memiliki visi "Eropa yang lebih kuat dalam NATO yang lebih kuat".

Dan, "AS terus memberikan dukungan nuklir dan konvensional sementara anggota Eropa memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk pertahanan konvensional."

Pada kesempatan itu, Rutte mengatakan pihaknya sepakat bahwa Rusia masih menjadi "ancaman paling signifikan dan langsung" bagi NATO akibat perang yang masih berlangsung di Ukraina.

Selain itu, menurut Rutte, NATO perlu meningkatkan kemampuan militer, produksi pertahanan, dan belanja militer menjelang KTT di Ankara, Turki, tahun ini.

Rutte lalu mengapresiasi Presiden AS Donald Trump  karena mendorong sekutu NATO meningkatkan anggaran pertahanan. Ia mengatakan beberapa anggota NATO kini berencana melampaui target belanja pertahanan 5 persen sebelum 2035.

Merespons pertanyaan soal ketegangan yang terjadi sebelumnya antara AS dan sejumlah sekutu di Eropa terkait serangan ke Iran, Rutte mengakui itu. Namun, dia menegaskan negara-negara Eropa pun telah 'mendengar pesan' soal 'kekecewaan AS' dalam perkara tersebut.

Terkait perang Rusia-Ukraina, ia menegaskan pentingnya melanjutkan dukungan militer bagi Ukraina seraya menunggu negosiasi damai yang berarti.

Menurut Rutte, bola kini berada di tangan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk terlibat dalam perundingan damai.

"Saya harus mengatakan ini, bahwa cukup jelas bola ada di lapangan (Presiden Rusia Vladimir) Putin. Dia harus memainkan bola, tapi dia belum melakukannya..  Dia harus bersedia bekerja sama untuk benar-benar terlibat dalam negosiasi perdamaian," tegas Rutte.

Mengutip dari Romania-Insider.com, dalam pernyataan bersama B9, kelompok itu secara lugas menyatakan Rusia sebagai ancaman.

Pertemuan itu selain dihadiri Rutte juga ada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Presiden Rumania  Nicușor Dan, dan Presiden Polandia Karol Nawrocki. Hadir pula perwakilan AS sebagai pemantau (observer).

"Pertemuan hari ini mencerminkan komitmen bersama kami untuk memperkuat kerja sama di bidang keamanan dan pertahanan di seluruh Sayap Timur NATO, dengan mengakui kesinambungan strategis dari Laut Hitam hingga Laut Baltik dan ke wilayah Nordik dan Arktik, serta tekad kami untuk mewujudkan NATO 3.0 dengan memajukan Eropa yang lebih kuat dalam NATO yang lebih kuat. Ikatan transatlantik tetap menjadi tulang punggung keamanan kolektif kita," demikian bunyi pernyataan bersama tersebut.

"Bersatu dalam menghadapi ancaman dan tantangan keamanan yang mendalam, khususnya ancaman jangka panjang yang ditimbulkan oleh Rusia, kita semakin meningkatkan kontribusi kita terhadap pertahanan kolektif kita. Kita memikul tanggung jawab yang lebih besar melalui peningkatan pembagian beban dan peningkatan investasi pertahanan, seiring dengan upaya Sekutu menuju komitmen 5 persen dari PDB," tambahnya.

(kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK