Menlu Sugiono Promosi QRIS untuk Perdagangan Intra-Negara BRICS
Menteri Luar Negeri RI Sugiono mempromosikan kesuksesan sistem pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang dikembangkan di dalam negeri, sebagai contoh inovasi digital inklusif di depan para Menteri Luar Negeri BRICS.
Sugiono mengatakan RI siap berbagi pengalaman penggunaan QRIS yang praktis dan inklusif, yang kini juga telah diperluas penggunaannya dengan beberapa negara di ASEAN dan mitra.
Lihat Juga :LAPORAN DARI INDIA Menlu Sugiono di BRICS: Tak Ada Satu Negara Pun di Atas Hukum |
Indonesia menyatakan mendukung penyelesaian transaksi mata uang lokal, dalam perdagangan antar-negara BRICS.
"Indonesia siap untuk berbagi pengalaman kami dengan QRIS, sistem pembayaran digital yang dikembangkan secara nasional, sebagai contoh praktis inovasi digital yang inklusif," kata Sugiono di Pertemuan Menlu BRICS di New Delhi, India, Kamis (14/5).
Menurut Sugiono dengan keberhasilan QRIS di Indonesia, dapat juga menjadi referensi bagi kerja sama antara negara BRICS yang lebih luas dan inklusif.
"QRIS juga telah memperluas konektivitas pembayaran lintas batas dengan beberapa negara ASEAN dan mitra, dan dapat menjadi referensi berharga bagi kerja sama BRICS yang lebih luas di bidang ini," imbuhnya,
Lihat Juga :LAPORAN DARI INDIA Di BRICS, Menlu Sugiono Singgung 4 Prajurit RI UNIFIL Gugur di Lebanon |
Pada kesempatan tersebut, RI juga menyampaikan apresiasi terhadap keberlanjutan New Development Bank yang kini telah memperluas keanggotaanya dan fokusnya pada infrastruktur Global South.
"Dalam semangat tersebut, kami sedang memfinalisasi proses internal kami untuk bergabung dengan bank tersebut sebelum akhir tahun ini," kata Sugiono.
Menlu Sugiono juga menyinggung kesenjangan digital di antara negara-negara anggota BRICS, yang menurutnya perlu dijembatani secara lebih luas khususnya dalam hal literasi digital, konektivitas, dan juga kapasitas regulasi.
Lihat Juga :LAPORAN DARI INDIA Menlu India Sambut Menlu RI Sugiono di Delhi Bahas Kemitraan Strategis |
Selain itu terkait Kecerdasan Buatan yang belakangan tengah berkembang pesat, Sugiono menyebut BRICS kini ada di posisi yang tepat terutama karena membawa manfaat bagi negara-negara berkembang.
"BRICS berada di posisi yang tepat untuk memimpin tata kelola AI, memastikan bahwa kerangka kerja global dibentuk melalui partisipasi yang inklusif dan seimbang," ungkapnya.
(dna)