Netanyahu: Israel Sudah Kuasai 60 Persen Wilayah Gaza
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pihaknya kini sudah menguasai 60 persen Jalur Gaza, Palestina.
Melansir dari AFP, pernyataan Netanyahu itu malah membuktikan dugaan kecurigaan selama ini bahwa pasukan Israel (IDF) merangsek makin luas ke wilayah Palestina daripada yang ditetapkan dalam rencana gencatan senjata Oktober lalu.
Meskipun gencatan senjata yang diinisiasi Amerika Serikat (AS) selaku pemimpin Dewan Perdamaian (Board of Peace), kekerasan dari pihak Israel di Gaza masih terus terjadi setiap harinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun pernyataan Netanyahu soal IDF telah mengontrol 60 persen wilayah Gaaza itu disampaikannya dalam peringatan Jerusalem Day pada Kamis (14/5).
"Dalam dua tahun terakhir, kami telah menunjukkan kepada seluruh dunia betapa dahsyatnya kekuatan yang tertanam dalam diri rakyat kami, negara kami, tentara kami, dan warisan kami," kata Netanyahu dalam sambutannya untuk peringatan itu, dikutip dari AFP, Jumat (15/5).
"Kami telah membawa pulang semua sandera kami, hingga sandera terakhir," tambahnya.
Dia mengatakan banyak pihak mendesak agar dirinya setop menyerbu Gaza. Namun, dia menegaskan tetap bersikukuh dengan dalih untuk memburu milisi Hamas dalam perang di Gaza itu. Dan, hasilnya, Netanyahu bilang 60 persen Gaza sudah dikuasai Israel.
"Ada yang mengatakan: keluar, keluar! Kami tidak keluar. Hari ini kami menguasai 60 persen; besok kita akan lihat," kata dia.
Sebagai informasi, berdasarkan ketentuan gencatan senjata yang dimediasi AS dan berlaku sejak Oktober lalu, pasukan Israel harus mundur ke belakang 'Garis Kuning' di Gaza. Dengan demikian, pasukan Zionis hanya bisa menguasai sekitar 50 persen wilayah Palestina.
Dan, AFP mewartakan bahwa pernyataan Netanyahu itu menjadi pengakuan resmi pertama bahwa militer Israel terus memperluas pengaruhnya.
Hal itu juga membuktikan laporan sejumlah media massa yang intens meliput kawasan tersebut. Dalam pemberitaannya, mereka secara garis besar menyebut pasukan Zionis terus bergerak maju ke 'Garis Oranye' yang baru.
Sementara itu, Netanyahu telah beberapa kali mengisyaratkan bahwa Israel akan menyelesaikan tugasnya jika milisi Palestina tidak melucuti senjata.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan di Gaza yang beroperasi di bawah faksi Hamas menyatakan sudah lebih dari 850 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata Oktober lalu.
Kekerasan Israel di Tepi Barat
Bukan hanya di Gaza, manuver aparat Zionis dan pemukim Israel juga merajalela di daerah yang diduduki, Tepi Barat.
Mengutip dari AFP, berdasarkan keterangan dari Otoritas Palestina di Tepi Barat, pada Jumat ini pasukan Isarel menewaskan seorang remaja Fahd Zidan Oweis (15). Buruknya lagi, hingga berita ini ditulis jenazahnya disebut juga ditahan pihak Israel.
"Dia ditembak mati oleh pasukan [Israel] pada subuh hari ini di kota Al-Lubban al-Sharqiyya di provinsi Nablus. Jenazahnya ditahan," demikian pernyataan Otoritas Palestina di Tepi Barat seperti dikutip dari AFP.
Masih dikutip dari kantor berita yang sama, tentara Israel menyebut mereka melakukan operasi kontrateror di daerah tersebut untuk menyingkirkan orang berbahaya yang telah, "melempar batu ke arah kendaraan Israel di jalan utama, membahayakan nyawa".
Sejak Israel menggempur Gaza mulai Oktober 2023 silam, kekerasan Zionis dan pemukim Israel juga meningkat di Tepi barat.
Berdasarkan data AFP yang direkapitulasi dari angka Kementerian Kesehatan Palestina, pasukan atau pemukim Israel telah membunuh setidaknya 1.072 warga Palestina di Tepi Barat sejak perang dimulai.
Angka resmi Israel menunjukkan setidaknya 46 warga Israel telah tewas dalam serangan Palestina atau selama operasi militer Israel dalam periode yang sama.
(afp/kid) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]