RI-Turki dan 7 Negara Kecam Penculikan Israel ke Relawan Flotilla

CNN Indonesia
Selasa, 19 Mei 2026 19:06 WIB
Pasukan Israel mencegat dan menangkap rombongan Global Sumud Flotilla. (globalsumudflotilla.or)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia, Turki, hingga tujuh negara lain mengecam keras pembajakan hingga penculikan armada kapal yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Jalur Gaza Palestina Sumud Global Flotilla (GSF) oleh pasukan Israel.

Kecaman itu tertuang dalam pernyataan bersama Menteri Luar Negeri Indonesia, Turki, Brasil, Kolombia, Yordania, Libya Maladewa, Pakistan, dan Spanyol.

"[Kami] mengecam dengan keras serangan berulang Israel terhadap Armada Sumud Global (Global Sumud Flotilla)," demikian pernyataan bersama yang dirilis Kementerian Luar Negeri RI di X pada Selasa (19/5.

Armada GSF merupakan inisiatif kemanusiaan sipil damai yang bertujuan menarik perhatian internasional terhadap penderitaan kemanusiaan yang dialami rakyat Palestina.

Para Menteri mengingatkan kembali dengan keprihatinan yang mendalam atas intervensi Israel terhadap armada-armada sebelumnya di perairan internasional itu. Mereka juga mengecam kelanjutan aksi permusuhan yang menyasar kapal-kapal sipil dan aktivis kemanusiaan.

"Serangan semacam itu, termasuk serangan terhadap kapal dan penahanan sewenang-wenang terhadap para aktivis, merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan hukum kemanusiaan internasional," lanjut mereka.

Para Menlu dari tujuh negara tersebut juga menyatakan keprihatinan yang serius mengenai keselamatan dan keamanan para peserta sipil dalam armada tersebut.

Selain itu, mereka mendesak "pembebasan segera seluruh aktivis yang ditahan, sekaligus menghormati sepenuhnya hak-hak dan martabat mereka."

Lebih lanjut, para Menteri menegaskan bahwa serangan berulang terhadap inisiatif kemanusiaan ini mencerminkan pengabaian yang terus berlanjut terhadap hukum internasional dan kebebasan navigasi oleh Israel.

Menlu dari tujuh negara ini lalu menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengemban tanggung jawab hukum dan moral, memastikan perlindungan bagi warga sipil dan misi kemanusiaan, serta mengambil langkah-nyata untuk mengakhiri impunitas dan menegakkan akuntabilitas atas pelanggaran tersebut.

Pasukan Israel menyerang dan mencegat armada kapal GSF di perairan internasional pada Senin pagi. Mereka menahan ratusan relawan termasuk lima warga negara Indonesia (WNI) yang ikut berlayar untuk menerobos blokade Israel.

Lima WNI itu yakni jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, Andre Prasetyo Nugroho jurnalis Tempo TV, Rahendro Herubowo jurnalis iNews, dan Andi Angga Prasadewa aktiivis Rumah Zakat.

[Gambas:Video CNN]

Mereka ditangkap pasukan Israel dalam pelayaran Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). GPCI merupakan wadah atau delegasi nasional dari Indonesia yang tergabung dalam inisiasi GSF.

Situs web GSF yang melacak lokasi armada tersebut menunjukkan beberapa kapal dicegat di sebelah barat Siprus.

"Kami menuntut jalur aman untuk misi kemanusiaan kami yang sah dan tanpa kekerasan," lanjut mereka.

Pemerintah negara di dunia ini, kata mereka, harus bertindak sekarang demi menghentikan tindakan ilegal atau pembajakan yang bertujuan untuk mempertahankan pengepungan genosida Israel di Gaza.

(isa/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK