PM Malaysia Anwar Ibrahim Murka Israel Culik Relawan Flotilla ke Gaza

CNN Indonesia
Rabu, 20 Mei 2026 05:15 WIB
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim hingga Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan murka usai Israel membajak hingga menculik relawan GSF.
PM Malaysia Anwar Ibrahim murka usai Israel culik para relawan Global Sumud Flotilla. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim hingga Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan murka usai Israel membajak hingga menculik relawan yang tergabung dalam armada membawa bantu kemanusiaan ke Jalur Gaza, Palestina, Global Sumud Flotilla (GSF).

Anwar menyampaikan pernyataan itu dalam rilis resmi yang diunggah di media sosial pada Senin (18/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Malaysia dengan tegas mengecam tindakan ini dan menuntut jaminan keamanan segera dan pembebasan semua aktivis yang ditangkap," kata Anwar di X.

Dia lalu berujar, "Tindakan menjijikkan dari rezim jahat ini terhadap misi bantuan kemanusiaan tak hanya melanggar hak asasi manusia dan hukum internasional, tetapi juga menunjukkan keserakahan rezim Zionis dalam menghalangi bantuan."

Dunia, kata Anwar, tak bisa terus mentoleransi ketidakadilan dan korupsi. Penindasan rakyat Palestina dan mereka yang bergerak dan membawa bantuan kemanusiaan harus segera dihentikan.

"Israel harus menghadapi keadilan dan pertanggungjawaban," ucap Anwar.

Banner Microsite Haji 2026

Tak berbeda dengan Anwar, Erdogan juga mengecam tindakan pasukan Israel di perairan internasional.

"Saya dengan sangat keras mengutuk pembajakan dan perampokan yang ditujukan terhadap para penumpang Armada Sumud yang penuh harapan, yang terdiri dari warga negara dari empat puluh negara," kata Erdogan.

Dia lantas menegaskan Turki berdiri di samping rakyat Gaza dan mereka yang mengulurkan tangan membantu Gaza.

Serangan Israel, lanjut Erdogan, tidak akan pernah mampu menghalangi upaya komunitas internasional untuk menegakkan keadilan dan solidaritasnya dengan rakyat Palestina.

"Kami sedang melakukan inisiatif yang diperlukan agar warga negara kami yang berada di atas armada dapat kembali ke negara kami dengan selamat," kata dia.

Erdogan lantas menyerukan ke semua komunitas internasional untuk mengambil tindakan terhadap tindakan yang melanggar hukum dan menentang aturan.

Pasukan Israel menyerang dan mencegat armada kapal GSF di perairan internasional pada Senin pagi. Mereka menahan ratusan relawan dari berbagai negara termasuk Indonesia, Malaysia, dan Turki, yang ikut berlayar untuk menerobos blokade Israel.

Situs web GSF yang melacak lokasi armada tersebut menunjukkan beberapa kapal dicegat di sebelah barat Siprus.

GSF lantas mendesak pemerintah dunia harus bertindak sekarang demi menghentikan tindakan ilegal atau pembajakan yang bertujuan untuk mempertahankan pengepungan genosida Israel di Gaza.

(isa/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]