Bicara ke Putin, Xi Jinping Tegaskan Konflik di Timteng Tak Bijak

CNN Indonesia
Rabu, 20 Mei 2026 14:32 WIB
In this pool photograph distributed by the Russian state agency Sputnik, Russia's President Vladimir Putin (R) and China's President Xi Jinping shake hands during a welcome ceremony at the Great Hall of the People in Beijing on May 20, 2026. (Photo b
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing. (AFP/ALEXANDER KAZAKOV)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden China Xi Jinping mengatakan konflik di Timur Tengah tidaklah bijaksana jika dilanjutkan dan karenanya harus diakhiri dengan perdamaian.

"Gencatan senjata komprehensif sangat mendesak, melanjutkan permusuhan bahkan tidak bijaksana, dan menjaga negosiasi sangat penting," kata Xi kepada Putin, menurut kantor berita Xinhua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Putin bertandang ke Beijing untuk bertemu empat mata dengan Xi Jinping. Kunjungannya ke China dilakukan hanya selang beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meninggalkan Negeri Tirai Bambu.

Sejumlah pengamat menilai Putin ingin menegaskan kepada AS kedekatan Rusia-China yang kian kokoh. Putin juga dinilai ingin meningkatkan kerja sama di banyak bidang, terutama sektor energi.

Energi global belakangan menjadi isu krusial setelah AS-Israel meluncurkan perang ke Iran pada 28 Februari lalu. Berbagai negara mengalami krisis energi lantaran Selat Hormuz ditutup Iran.

Selat Hormuz merupakan jalur perdagangan vital yang bertanggung jawab atas 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.

Dalam pertemuan dengan Putin, Xi Jinping menyoroti konflik di Timur Tengah dan menggarisbawahi bahwa penghentian perang dapat membantu mengurangi gangguan terhadap stabilitas pasokan energi, serta membantu kelancaran fungsi rantai industri dan pasokan, juga tatanan perdagangan internasional.

Banner Microsite Haji 2026

Xi Jinping menyinggung proposal empat poinnya, yang ia perkenalkan saat bertemu Uni Emirat Arab (UEA), yang menitikberatkan upaya mempertahankan dan mempromosikan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.

Menurutnya, upaya itu bertujuan membangun konsensus internasional lebih lanjut dan berkontribusi pada de-eskalasi serta penghentian permusuhan, demikian dilansir dari South China Morning Post (SCMP).

(blq/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]