Menteri-menteri Israel Ribut di X soal Video IDF Siksa Relawan GSF

CNN Indonesia
Kamis, 21 Mei 2026 13:35 WIB
Israeli Justice Minister Gideon Saar attends a campaign event for the new centre-right
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir terlibat adu mulut dengan Menlu Israel Gideon Sa'ar buntut video penyiksaan relawan Global Sumud Flotilla (GSF). (Foto: AFP/JALAA MAREY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir terlibat adu mulut dengan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar buntut video penyiksaan relawan Global Sumud Flotilla (GSF) Jalur Gaza yang ditangkap Tel Aviv.

Dalam cuitan di media sosial X pada Rabu (20/5), Ben-Gvir menyindir Sa'ar yang menurutnya lembek terhadap para relawan yang dicapnya "pendukung terorisme".

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada beberapa pihak di pemerintahan yang masih belum tahu bagaimana harus bersikap terhadap para pendukung terorisme. Menteri Luar Negeri Israel diharapkan memahami bahwa Israel sudah tidak lagi mudah ditaklukkan," tulis Ben-Gvir.

"Siapa pun yang datang ke wilayah kami untuk mendukung terorisme dan Hamas akan kami tangkap, dan kami tidak akan tinggal diam," lanjutnya.

Ben-Gvir membalas komentar Sa'ar kepadanya yang menilai tindakan Ben-Gvir mengunggah video penyiksaan relawan GSF telah mencoreng nama baik Israel.

"Anda telah menghancurkan upaya luar biasa, profesional, dan sukses yang sudah dilakukan begitu banyak orang, dari tentara IDF hingga staf Kementerian Luar Negeri dan banyak lainnya," kata Sa'ar di X pada Rabu.

Dia lalu berujar, "Anda bukanlah wajah Israel."

Sa'ar mengkritik video tentara Israel menjambak dan memaksa para relawan GSF berlutut dengan tangan terikat ke belakang. Video itu diunggah di akun pribadi Ben-Gvir dengan keterangan "Selamat datang di Israel".

Dalam video tersebut, terlihat Ben-Gvir tertawa-tawa dan mengibarkan bendera Israel. Video ini lantas menuai kecaman keras, termasuk dari Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni.

"Pemerintah Italia mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan pembebasan segera warga Italia yang ditangkap. Italia juga menuntut permintaan maaf atas perlakuan terhadap para relawan dan atas pengabaian total yang ditunjukkan terhadap permintaan eksplisit kami," tulis Meloni di X pada Rabu.

"Karena alasan-alasan ini, Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional akan memanggil duta besar Israel untuk meminta klarifikasi resmi tentang apa yang terjadi," tandasnya.

Armada GSF berlayar dari Turki pekan lalu, dalam upaya terbaru untuk menembus blokade Israel terhadap Palestina. Lebih dari 50 kapal dan sekitar 430 relawan berpartisipasi dalam pelayaran tersebut.

Para relawan berasal dari Turki dan 39 negara lain, termasuk Jerman, Amerika Serikat, Australia, Argentina, Bahrain, Brasil, Aljazair, Indonesia, Maroko, Prancis, Afrika Selatan, Inggris, Irlandia, Spanyol, Italia, Kanada, Mesir, Pakistan, Malaysia, Tunisia, Oman, dan Selandia Baru.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah buka suara mengenai penyiksaan ini. Dalam pernyataan resmi di media sosial X pada Rabu (20/5), Netanyahu menyebut penanganan para relawan GSF oleh Ben-Gvir tidak sejalan dengan nilai-nilai dan norma Israel.

Ia pun berjanji akan memulangkan para relawan secepatnya.

"Cara Menteri Ben Gvir menangani para aktivis armada tersebut tidak sejalan dengan nilai-nilai dan norma-norma Israel. Saya telah menginstruksikan pihak berwenang terkait untuk mendeportasi para provokator sesegera mungkin," kata Netanyahu.

(blq/rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]