Israel Tiap Hari Langgar Gencatan Senjata, Terus Gempur Gaza & Lebanon
Militer Israel dilaporkan terus melancarkan serangan udara dan artileri berat ke wilayah Jalur Gaza, Palestina dan Lebanon pada Sabtu (23/5).
Seperti dikutip Anadolu, serangan intensif ini menandai pelanggaran harian kesekian kalinya terhadap kesepakatan gencatan senjata yang saat ini tengah berlaku di kedua kawasan tersebut.
Gempuran terbaru Negeri Zionis akhir pekan ini menyebabkan dua warga sipil terluka di Jalur Gaza bagian utara serta menewaskan sedikitnya lima orang di beberapa wilayah Lebanon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Jalur Gaza, sebuah pesawat tanpa awak (drone) militer Israel menjatuhkan bom ke arah kerumunan warga sipil di kota Jabalia bagian utara. Sumber medis mengonfirmasi kepada kantor berita Anadolu bahwa serangan tersebut melukai dua warga Palestina.
Saksi mata di lapangan juga melaporkan sebuah drone quadcopter Israel menembakkan bahan peledak ke arah kamp pengungsian di timur Jabalia.
Selain serangan udara, militer Israel dilaporkan melakukan tindakan destruktif di zona darat yang mereka kuasai. Pasukan Israel merobohkan dan meledakkan rumah-rumah serta infrastruktur milik warga Palestina di timur lingkungan Shuja'iyya, Kota Gaza bagian timur.
Tembakan artileri berat dan rentetan peluru dari kendaraan tempur Israel menyasar wilayah utara dan timur Beit Lahia, serta kawasan timur Khan Younis di selatan Gaza.
Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa lebih dari 880 orang tewas dan 2.645 lainnya luka-luka akibat rentetan serangan Israel sejak kesepakatan gencatan senjata diumumkan pada Oktober tahun lalu.
Kesepakatan tersebut awalnya dirancang untuk menghentikan perang dua tahun Israel yang telah merenggut lebih dari 72.000 korban jiwa, mayoritas korban perempuan dan anak-anak, serta menghancurkan 90 persen infrastruktur sipil di Gaza sejak Oktober 2023.
Situasi tidak kalah mencekam terjadi di Lebanon. Kantor Berita Nasional (NNA) Lebanon melaporkan serangan udara Israel pada Sabtu ini menewaskan sedikitnya lima orang.
Satu warga tewas dalam serangan di kota al-Rafid, sementara empat orang lainnya tewas setelah serangan udara menghancurkan sebuah rumah di distrik Tyre (Sur), Lebanon Selatan.
Serangan udara Israel di Tyre juga dilaporkan menghantam dan menimbulkan kerusakan parah pada struktur bangunan Rumah Sakit Hiram.
Otoritas Lebanon mencatat lebih dari 3.000 orang telah tewas dan 1,6 juta warga terpaksa mengungsi akibat agresi terbaru Israel di Lebanon yang pecah sejak 2 Maret lalu, yang dipicu oleh aksi balasan Hizbullah pasca-Perang Iran.
Seluruh rangkaian serangan ini tetap terjadi terlepas dari adanya perjanjian gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat, yang dijadwalkan tetap berlaku hingga awal Juli mendatang.
Hingga saat ini, pihak militer Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait alasan penyerangan beruntun di tengah masa gencatan senjata tersebut, sementara situasi kemanusiaan di kedua negara seketika kembali berada di ambang kritis.
(wiw) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]